Jakarta, IDN Times - Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker paling umum dan penyebab kematian terbesar di kalangan perempuan di Indonesia. Meski deteksi dini terbukti efektif dalam menurunkan angka kematian, implementasi di lapangan masih banyak mengalami kendala.
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dari RS Metropolitan Medical Centre (MMC), Farida Briani Sobri, menilai, arah kebijakan kesehatan di Indonesia belum fokus pada penurunan angka kematian atau mortalitas akibat kanker payudara.
Pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kata dia, cenderung menekankan prestasi dari segi pengadaan alat kesehatan seperti mamografi dan USG di puskesmas-puskesmas.
"Di Indonesia ini menurut saya policy maker-nya belum punya arah yang benar untuk penanganan kanker payudara. Kayak sekarang kiblatnya kan Kemenkes, ini kan targetnya masih yang dianggap prestasi itu adalah memperbanyak alat," kata dia kepada IDN Times, Jumat (11/10/2024).
