Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen), SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Tingkat Nasional Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)/ (dok Humas Kemendikdasmen)
OSN 2026 jenjang pendidikan menengah sendiri diikuti 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika. Dari 566 finalis tersebut, 45 peserta berhasil meraih medali emas. Sebanyak 90 peserta meraih medali perak dan 135 peserta memperoleh medali perunggu.
Angka tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di tingkat nasional. Para peserta tidak hanya datang dari sekolah-sekolah unggulan di kota besar. Mereka merupakan talenta yang telah melewati rangkaian seleksi hingga akhirnya mencapai tingkat nasional.
Mu'ti menambahkan, besarnya partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa OSN tidak sekadar lomba akademik. Ajang tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menemukan dan membina anak-anak dengan kemampuan sains sejak usia sekolah.
"Pemerintah juga menekankan bahwa penghargaan OSN tidak berhenti pada medali dan uang pembinaan. Para peraih medali memiliki peluang untuk mengikuti pembinaan talenta dan seleksi menuju kompetisi sains internasional," tambahnya.
Kemendikdasmen menyebut para peserta berprestasi juga dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan di Pelatnas, program pengembangan talenta, beasiswa, hingga peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.