Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhut Targetkan Penurunan Angka Karhutla Lewat Pencegahan
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Menhut Raja Juli Antoni menargetkan penurunan angka karhutla lewat penguatan pencegahan dan pembenahan tata kelola, seiring prediksi musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama.
  • Kemenhut akan mengevaluasi instrumen pengendalian seperti OMC, TMAT, serta kesiapan personel dan peralatan agar pengendalian karhutla lebih efektif dan berkelanjutan secara struktural.
  • Standar kebutuhan Manggala Agni serta penggunaan anggaran penanggulangan karhutla akan dihitung cermat agar dukungan operasional tepat sasaran dan menjamin keselamatan petugas di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Hutan namanya Raja Juli mau bikin hutan tidak kebakar lagi. Katanya musim panas bakal datang cepat dan lama, jadi semua orang harus siap. Dia suruh timnya jaga air di tanah, siapin alat dan orang buat padam api. Dia juga mau uangnya dipakai hati-hati biar semua aman dan kerja lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Mengut) Raja Juli Antoni menargetkan penurunan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan pencegahan dan pembenahan tata kelola penanganan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan seiring proyeksi musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.

Menhut mengatakan berbagai upaya konkret perlu dipersiapkan sejak dini agar karhutla dapat dikendalikan dengan lebih baik. Menurutnya, target utama bukan hanya merespons kebakaran, tetapi menekan jumlah kejadian semaksimal mungkin melalui langkah-langkah pencegahan.

“Hal-hal apa yang kita lakukan secara konkret agar kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa kita kendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun. Idealnya kalau bisa zero karhutla mungkin itu sangat ideal, tapi paling tidak angkanya bisa kita tekan semaksimum mungkin,” kata Menhut dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026).

1. Kemenhut akan mengevaluasi berbagai instrumen pengendalian

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain memperkuat pencegahan, Kemenhut akan mengevaluasi berbagai instrumen pengendalian, mulai dari kebutuhan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah rawan, hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Seluruh langkah tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan riil agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif.

Menhut menekankan pembenahan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mencakup penyempurnaan regulasi dan tata kelola, agar pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif dalam jangka panjang.

“Yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada regulasi apa yang perlu diperbaiki, harus apa yang kita lakukan sehingga sifatnya berubah struktural dan longterm, sehingga ada sesuatu yang lebih ajeg untuk teman-teman bergerak memperbaiki,” ujarnya.

2. Standar kebutuhan personel Manggala Agni bakal dievaluasi

Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (IDN Times/istimewa).

Menhut juga bakal mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni, sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Ia mengatakan perlu adanya penyusunan kebutuhan minimum yang harus dimiliki Manggala Agni, untuk menjadi dasar dukungan operasional penanggulangan karhutla.

“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost kalau dipertahanan itu kan, minimum apa supaya  Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujar Menhut.

3. Anggaran penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cermat

Menhut Raja Antoni dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026). (Dok. Kemenhut)

Raja Juli menegaskan penggunaan anggaran penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cermat dan terukur. Ia meminta seluruh kebutuhan dihitung secara detail, sehingga setiap dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan petugas di lapangan.

“Hati-hati banget, jangan aji mumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” kata Menhut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article