Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menko Djamari Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Menko Polkam Djamari Chaniago menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk karhutla, termasuk di Kalimantan Barat yang berpotensi mengganggu Bandara Supadio, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi dan jadwal penerbangan.
  • Pemerintah menekankan penanganan karhutla sebagai tanggung jawab bersama. Operasi lapangan harus memperhatikan kondisi api, arah angin, dan faktor teknis untuk mencegah korban.
  • Menteri Lingkungan Hidup akan membasahi area rawan, termasuk gambut, melalui canal blocking. BMKG memprediksi El Niño hingga awal 2027 dan memperluas OMC untuk mengantisipasi karhutla serta kekeringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
3 Agustus 2026

Djamari Chaniago menyatakan operasi pengintaian terus dilakukan untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat. Operasi modifikasi cuaca telah disiapkan sambil menunggu kondisi yang memungkinkan.

September hingga Desember 2026

Potensi kekeringan akibat El Niño diperkirakan dapat diperparah oleh aktifnya fenomena IOD Positif.

awal kuartal pertama tahun 2027

BMKG memprediksi fenomena El Niño akan bertahan setidaknya hingga periode ini, dengan puncak intensitas diperkirakan melebihi kategori kuat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca, pengintaian, dan pembasahan lahan rentan untuk menangani serta mencegah kebakaran hutan dan lahan.
  • Who?
    Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, BMKG, BPBD, pimpinan lapangan, serta lebih dari 400 perusahaan pemilik konsesi terlibat dalam langkah penanganan.
  • Where?
    Langkah mitigasi disiapkan di berbagai wilayah prioritas Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, tempat karhutla berpotensi memengaruhi operasional Bandara Supadio.
  • When?
    Keterangan disampaikan di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. OMC dapat dilakukan saat kondisi memungkinkan, dengan El Niño diperkirakan bertahan hingga awal kuartal pertama 2027.
  • Why?
    Karhutla dan kekeringan berisiko meningkat saat El Niño membuat musim kemarau lebih kering, sementara IOD Positif berpotensi aktif pada September hingga Desember 2026.
  • How?
    Operasi dilakukan melalui pengintaian, OMC yang dikoordinasikan dengan bandara, pembasahan hutan dan gambut, canal blocking, serta pengawasan kondisi api, arah angin, dan faktor teknis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Djamari menyiapkan hujan buatan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kalimantan Barat. Asap bisa mengganggu Bandara Supadio. Pak Jumhur juga mau membasahi tanah kering agar tidak mudah terbakar. El Niño membuat cuaca sangat kering sampai awal 2027. Banyak pihak diminta bekerja bersama supaya tidak ada korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan operasi modifikasi cuaca, pengintaian berkelanjutan, dan pengaturan waktu pelaksanaan yang mempertimbangkan penerbangan menunjukkan penanganan karhutla diarahkan secara cermat. Upaya pembasahan lahan rentan, koordinasi dengan pemegang konsesi, serta respons terintegrasi BMKG memperlihatkan adanya kesiapan lintas pihak untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan aktivitas penting dari risiko kebakaran serta kekeringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, mengatakan, pihaknya bakal menerapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Salah satu area yang terdampak berada di Kalimantan Barat. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karhutla di Kalbar bisa memengaruhi operasional Bandara Supadio.

"Sekarang, kami terus melakukan operasi pengintaian. Bahkan, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga sudah disiapkan dan tinggal menunggu kondisi yang memungkinkan," kata Djamari ketika memberikan keterangan di Jakarta pada Senin (3/8/2026).

Purnawirawan jenderal di TNI Angkatan Darat (AD) itu mengatakan, OMC bisa segera dilakukan pada sore hari bila kondisi mendukung. Namun, kata dia, OMC sebaiknya dilakukan malam hari agar dikoordinasikan dengan pihak bandara. Djamari tak ingin proses OMC mengganggu aktivitas penerbangan.

"Modifikasi cuaca sangat penting karena dengan hujan buatan itu bisa segera menyelesaikan masalah ini," kata dia.

1. Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).

Djamari menekankan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dia pun turut mengajak media mengedukasi publik agar lebih peduli terhadap isu lingkungan.

"Ini adalah pekerjaan kita bersama. Saya minta rekan-rekan pers mengajak masyarakat agar peduli terhadap persoalan ini. Kalau bicara soal lingkungan ada keselamatan manusia," kata dia.

Dia juga mengingatkan agar tidak ada lagi sikap abai terhadap lingkungan dengan alasan kepemilikan lahan atau ketidakterlibatan dalam persoalan tersebut. Menurut dia, karhutla merupakan kepentingan bersama yang harus ditangani secara kolektif.

Djamari juga meminta pimpinan di lapangan untuk memastikan setiap langkah operasional dilakukan dengan memperhatikan kondisi api, arah angin dan faktor teknis lainnya.

"Dikendalikan betul oleh pimpinan, jangan dilepas begitu saja. Intinya, jangan sampai ada korban," kata dia.

2. Menteri Lingkungan Hidup bakal membasahi area yang rentan terbakar

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat ketika berbicara di kegiatan Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengungkap strateginya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di puncak fenomena El Niño. Ketika El Niño berlangsung, maka musim kemarau jauh lebih kering.

Selain kebakaran hutan dan lahan, El Niño turut memicu terjadinya kekeringan air. Jumhur mengatakan bakal membasahi lahan yang ada.

"El Niño itu kan kering ya. Maka, area yang berpotensi terbakar akan kami basahi. Apa sih yang potensial (terbakar) yakni hutan hingga lahan gambut. Kalau area tersebut kering, bila ada api yang menyala maka akan merambat hingga bermeter-meter ke dalam seperti bara api," kata Jumhur.

Aliran air yang berada di area yang rentan terbakar bakal dibendung agar tak langsung mengalir ke sungai. Alat yang digunakan untuk membendung air tersebut dinamakan 'canal blocking.'

"Sehingga air tidak ke sungai, tetapi menggenangi area tersebut. Sudah ada lebih dari 400 perusahaan pemilik konsesi, entah itu di hutan tanaman industri hingga sawit. Kami sudah mengundang owner atau eksekutifnya dan memberikan briefing," kata dia.

Di dalam pertemuan itu, Jumhur menyampaikan agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan di area konsesi yang dimiliki. Bila terjadi, kata Jumhur, maka proses yang akan terjadi tidak akan mudah.

"Kedua, saya sampaikan ke owner perusahaan pemilik konsesi ini tolong bila di tempat kalian ada open access milik masyarakat, agar dibantu. Sebab bila terjadi kebakaran 100-200 meter dari wilayah konsesi dan menyebar ke dalam area konsesi, maka Anda juga salah," kata dia.

3. Fenomena El Niño akan bertahan hingga kuartal pertama 2027

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (dok. BMKG)

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027. Puncak intensitas, diprediksi melebihi kategori kuat. Potensi kekeringan ini dapat semakin diperparah dengan potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan, pihaknya memperkuat langkah mitigasi melalui OMC di berbagai wilayah prioritas Indonesia. Selain itu, BMKG juga menggalang respons cepat dan terintegrasi dari seluruh pihak guna mengantisipasi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

"BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC sebagai bentuk komitmen mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia," ujar Faisal di Jakarta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article