Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MK Ungkap Alasan MBG Tak Dicabut dari Anggaran Pendidikan 2026
Ilustrasi Mahkamah Konstitusi (MK) - Momen jajaran Hakim Konstitusi di Ruang Sidang MK, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • MK mempertahankan anggaran Makan Bergizi Gratis dalam pos pendidikan APBN 2026 karena pencabutan langsung berisiko membuat alokasi pendidikan gagal memenuhi batas wajib 20 persen.
  • MK menilai MBG sebagai program prioritas pemerintah yang konstitusional, tetapi pembiayaannya bukan komponen utama pendidikan dan harus dipisahkan menjadi pos anggaran tersendiri.
  • Pemerintah dan DPR wajib memisahkan anggaran MBG paling lambat APBN 2028; untuk 2027 masih dimungkinkan bila tidak mengurangi 20 persen anggaran pendidikan bagi kebutuhan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun 2024

MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah hasil Pemilihan Umum Tahun 2024.

awal 2026

APBN 2027 telah disusun sejak awal 2026.

30 Juli 2026

MK menyatakan MBG secara substansi konstitusional, tetapi anggarannya harus dipisahkan dari anggaran pendidikan pada APBN tahun-tahun berikutnya. MK mempertahankan anggaran MBG dalam APBN 2026 agar alokasi pendidikan tidak turun di bawah batas 20 persen.

APBN 2027

MK masih membolehkan anggaran MBG berada dalam anggaran pendidikan apabila tidak mengurangi alokasi minimal 20 persen untuk komponen utama pendidikan.

tahun depan

MK menyatakan pemisahan anggaran MBG akan lebih baik dilakukan mulai tahun depan apabila pemerintah dapat menyesuaikan struktur APBN 2027.

APBN Tahun Anggaran 2028

Pemisahan anggaran pendidikan dan MBG wajib dilakukan paling lambat dalam APBN Tahun Anggaran 2028.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    MK menyatakan anggaran Makan Bergizi Gratis tetap berada dalam anggaran pendidikan APBN 2026, tetapi wajib dipisahkan sebagai pos tersendiri paling lambat pada APBN 2028.
  • Who?
    Mahkamah Konstitusi, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih, pemerintah, dan DPR terlibat dalam penyesuaian struktur anggaran MBG dan pendidikan.
  • Where?
    Putusan dan pertimbangan MK disampaikan di Jakarta dalam perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026.
  • When?
    Enny Nurbaningsih membacakan pertimbangan putusan pada Kamis, 30 Juli 2026. Penyesuaian wajib dilakukan paling lambat dalam APBN Tahun Anggaran 2028.
  • Why?
    Pencabutan langsung anggaran MBG dari pos pendidikan APBN 2026 dapat membuat alokasi pendidikan tidak memenuhi batas minimum 20 persen APBN sebagaimana diwajibkan UUD 1945.
  • How?
    Pemerintah dan DPR diminta menyesuaikan struktur anggaran dengan memisahkan MBG dari operasional pendidikan. Untuk APBN 2027, MBG masih dapat masuk pos pendidikan bila tidak mengurangi alokasi 20 persen bagi komponen utama pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahkamah Konstitusi bilang uang Makan Bergizi Gratis tahun 2026 belum bisa langsung dipisah dari uang pendidikan. Kalau dipisah sekarang, uang pendidikan bisa kurang dari 20 persen. Program makan gratis tetap boleh ada. Pemerintah dan DPR harus membuat uangnya terpisah paling lambat tahun 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Putusan MK membuka jalan penataan anggaran yang lebih tertib: program MBG tetap dapat berjalan sebagai prioritas pemerintah pada 2026 tanpa mengganggu keabsahan APBN, sementara pemisahan pos anggaran disiapkan untuk memperkuat kepastian hukum. Kerangka ini juga menjaga agar alokasi pendidikan minimal 20 persen semakin terarah pada kebutuhan utama pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN TimesMahkamah Konstitusi (MK) menjelaskan alasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum langsung dipisahkan dari anggaran pendidikan pada APBN 2026, meski menyatakan skema tersebut bertentangan dengan semangat konstitusi. Menurut MK, pencabutan anggaran MBG dari pos pendidikan pada tahun berjalan justru berpotensi membuat APBN 2026 inkonstitusional.

Hakim Konstitusi, Enny Nurbaningsih, mengatakan, secara substansi MBG merupakan program yang konstitusional karena menjadi salah satu program prioritas pemerintah hasil Pemilu 2024. Namun, ke depan anggaran program tersebut harus disusun sebagai pos anggaran tersendiri, terpisah dari anggaran pendidikan.

"Mahkamah juga menegaskan bahwa program pembagian makan bergizi dalam bentuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara substansi adalah konstitusional sebagai wujud program prioritas pemerintah hasil Pemilihan Umum Tahun 2024," kata Enny saat membacakan pertimbangan putusan MK, Kamis (30/7/2026).

Enny menjelaskan, MK mempertimbangkan dampak apabila anggaran MBG langsung dikeluarkan dari anggaran pendidikan yang telah ditetapkan dalam APBN 2026. Menurut dia, langkah tersebut justru akan membuat alokasi anggaran pendidikan tidak lagi memenuhi batas minimal 20 persen dari APBN sebagaimana diwajibkan Pasal 31 Ayat 4 UUD 1945.

"Mahkamah memahami apabila anggaran yang dialokasikan untuk MBG dikeluarkan dari anggaran pendidikan yang telah ditentukan dalam APBN Tahun 2026, implikasinya adalah tidak terpenuhinya batas anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN Tahun 2026. Hal demikian justru menyebabkan APBN Tahun 2026 menjadi bertentangan dengan Pasal 31 Ayat 4 UUD NRI Tahun 1945," ujar Enny.

Di sisi lain, apabila anggaran MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan pada tahun berjalan, pemerintah juga harus melakukan penyesuaian besar terhadap struktur APBN. Pemerintah tidak hanya wajib menambah kembali anggaran pendidikan agar memenuhi ketentuan mandatory spending 20 persen, tetapi juga harus mencari sumber pendanaan baru di luar anggaran pendidikan untuk membiayai operasional MBG.

Oleh karena itu, MK memandang kepentingan negara dan kepastian hukum harus tetap dijaga. APBN 2026 tetap dinyatakan konstitusional meski penjelasan Pasal 22 Ayat 3 UU APBN 2026 dinyatakan inkonstitusional secara bersyarat sepanjang tidak lagi digunakan untuk APBN tahun-tahun berikutnya.

Meski memberikan pengecualian untuk APBN 2026, MK menegaskan program MBG tidak boleh terus dimasukkan sebagai bagian dari operasional penyelenggaraan pendidikan. Menurut Enny, anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD seharusnya diprioritaskan untuk membiayai komponen utama pendidikan.

Komponen tersebut meliputi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, kurikulum, hingga evaluasi dan pengembangan pendidikan. Sementara itu, pembiayaan program MBG tidak termasuk dalam komponen utama pendidikan.

"Program MBG atau penamaan lainnya berupa program pembagian makanan bergizi dalam lingkup anggaran pendidikan harus dikeluarkan atau dipisahkan dari definisi operasional penyelenggaraan pendidikan sehingga tidak lagi menggunakan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN," kata Enny.

Menurut MK, pemisahan anggaran tersebut juga akan memberikan dasar hukum yang lebih kuat sekaligus menjamin kepastian hukum terhadap penyelenggaraan MBG sebagai program prioritas pemerintah.

Sebelumnya, MK menerima sebagian Putusan Nomor 40/PUU-XXIV/2026. MK memberi waktu kepada pemerintah dan DPR untuk menyesuaikan struktur anggaran. Pemisahan anggaran pendidikan dan anggaran MBG wajib dilakukan paling lambat dalam APBN Tahun Anggaran 2028 atau maksimal dua tahun sejak putusan dibacakan.

Adapun untuk APBN 2027 yang saat ini telah disusun sejak awal 2026, MK masih membuka ruang apabila anggaran MBG tetap berada dalam anggaran pendidikan. Namun, hal itu hanya dapat dibenarkan sepanjang tidak mengurangi alokasi wajib anggaran pendidikan sebesar minimal 20 persen yang digunakan untuk memenuhi komponen utama pendidikan di luar program MBG.

Enny mengatakan, apabila pemerintah mampu menyesuaikan struktur APBN 2027 dengan substansi putusan MK, akan lebih baik apabila anggaran MBG sudah dipisahkan dari anggaran operasional penyelenggaraan pendidikan mulai tahun depan. Dengan demikian, amanat Pasal 31 Ayat 4 UUD 1945 tentang prioritas anggaran pendidikan dapat dipenuhi lebih cepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article