Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Finlandia Gabung Deterensi Nuklir Prancis untuk Cegah Ancaman Rusia

Finlandia Gabung Deterensi Nuklir Prancis untuk Cegah Ancaman Rusia
ilustrasi bendera Finlandia (unsplash.com/sylwiabartyzel)
  • Finlandia resmi menjadi negara kesepuluh dalam inisiatif deterensi nuklir Prancis untuk memperkuat keamanan Eropa, terutama di perbatasannya sepanjang 1.340 km dengan Rusia.
  • Presiden Alexander Stubb menegaskan deterensi nuklir Prancis tidak menggantikan atau tumpang tindih dengan NATO; keanggotaan Finlandia di NATO dan Uni Eropa tetap menjadi prioritas.
  • Sebanyak 12 negara Eropa mendesak Uni Eropa memperkuat keamanan Arktik amid ancaman Rusia, sementara Estonia memperingatkan potensi serangan hybrid ke negara NATO di Laut Baltik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Finlandia memutuskan bergabung dalam inisiatif deterensi nuklir Prancis pada Senin (14/9/2026). Kebijakan ini berfungsi untuk memastikan keamanan di sepanjang perbatasan negaranya dengan Rusia sepanjang 1.340 km.  

Sebelumnya, Prancis sudah memperluas jangkauan deterensi nuklirnya di sekutu di Eropa menyusul perubahan pandangan Amerika Serikat (AS). Sebanyak sembilan negara Eropa sudah bergabung dalam perluasan deterensi nuklir Prancis. 

  1. 1. Finlandia jadi negara kesepuluh yang bergabung dalam deterensi nuklir Prancis

    ilustrasi bendera Finlandia
    ilustrasi bendera Finlandia (pixabay.com/hietaparta)

    Presiden Finlandia, Alexander Stubb mengonfirmasi bahwa Finlandia resmi bergabung dalam deterensi nuklir Prancis. Keputusan ini disebut untuk melindungi dan memperkuat keamanan di Eropa. 

    “Deterensi nuklir Prancis tidak akan menggantikan atau tumpang tindih dengan NATO. Saat ini prioritas utama Finlandia menjadi bagian dari NATO dan Uni Eropa (UE),” terangnya, dkutip dari Le Monde.

    Dengan ini, Finlandia akan menjadi negara kesepuluh yang bergabung dalam deterensi nuklir Prancis. Sebelumnya sudah ada negara-negara Eropa yang bergabung seperti Inggris, Jerman, Polandia, Swedia, Belanda, Belgia, Yunani, Denmark, dan Norwegia. 

  2. 2. Uni Eropa dorong penguatan keamanan di Arktik

    bendera Uni Eropa
    ilustrasi bendera Uni Eropa (unsplash.com/christianlue)

    Pada hari yang sama, sebanyak 12 negara Eropa bertemu di Finlandia dan mendesak UE memperkuat keamanan di Arktik. Mengingat, Arktik saat ini menjadi ladang persaingan geopolitik antara AS dan Rusia. 

    “Kami mendorong UE untuk mengambil langkah strategis dan berperan aktif dalam Arktik Eropa. Sebab, terdapat ancaman jangka panjang dari Rusia,” tuturnya. 

    Meskipun demikian, belum ada keputusan formal dalam pertemuan di Lapland, Finlandia tersebut. Nantinya, strategi baru Arktik ini akan dibahas Komisi Eropa dalam beberapa pekan ke depan. 

  3. 3. Tuding Rusia akan lanjutkan serangan hybrid di seluruh Eropa

    ilustrasi bendera Rusia
    ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

    Dalam pertemuan di Lapland, Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal mengatakan bahwa Rusia kemungkinan akan melancarkan serangan hybrid di Eropa. Serangan tersebut diduga akan difokuskan ke negara-negara NATO di Laut Baltik.

    Dilansir YLE, Rusia berniat membuat negara-negara Eropa enggan mendukung Ukraina. Selama ini, Moskow sudah menggunakan sejumlah perantara dan sejumlah kelompok kriminal yang didukungnya untuk melancarkan serangan hybrid di Eropa. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More