Jakarta, IDN Times - Bandara internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat terus dikembangkan untuk menjadi pusat Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO). Istana mengatakan, bakal mempercepat proses pengalihan aset bandara yang semula dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perubahan arah pengelolaan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO sejalan dengan wacana menjadikan Indonesia sebagai pusat MRO untuk jenis pesawat Hercules C-130J.
"Kami inginnya secepatnya (Bandara Kertajati kembali beroperasi). Tapi kan semua butuh proses. Karena itu juga ada pengalihan aset yang tadinya milik Pemprov Jawa Barat untuk kemudian pengelolaannya dialihkan ke pemerintah pusat," ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Namun, Prasetyo menggarisbawahi fungsi Bandara Kertajati tidak hanya untuk pertahanan. Lantaran bandara itu memiliki luas 1.800 hektare, maka bisa menjalankan berbagai fungsi dan tidak hanya pertahanan.
"Salah satu fungsi yang dapat di-exercise yakni menjadi embarkasi haji selain untuk MRO. Ini bagaimana kita mengoptimalkan aset yang sudah kami bangun dan itu bisa memberikan manfaat yang lebih optimal," tutur dia.
