Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov DKI Cabut KJP Pelaku Perundungan Bocah di Kramat Pulo
ilustrasi program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026. (dok. Pemprov DKI Jakarta)
  • Pemprov DKI Jakarta mencabut Kartu Jakarta Pintar milik dua pelaku perundungan di Kramat Pulo sebagai bentuk ketegasan terhadap tindakan kekerasan di ruang publik.
  • Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Satpol PP untuk memperketat pengawasan area publik agar kasus serupa tidak terulang.
  • Keluarga korban memastikan proses hukum tetap berjalan, sementara kondisi MWP yang sempat tersetrum kini mulai membaik meski masih menjalani pemeriksaan medis rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Juni 2026

Ayah korban, Bella, menjelaskan bahwa MWP sempat tidak sadarkan diri setelah diduga tersetrum di taman Kramat Pulo. Setelah ditolak di fasilitas kesehatan pertama, MWP akhirnya dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

15 Juni 2026

Pemprov DKI Jakarta melalui Staf Khusus Gubernur Chico Hakim menyatakan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelaku perundungan di Kramat Pulo. Pemprov juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Satpol PP untuk pengawasan ruang publik.

kini

Kondisi MWP berangsur membaik meski masih menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Ia sementara tinggal di rumah neneknya dan mulai bermain kembali dengan teman-temannya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik dua remaja yang diduga melakukan perundungan terhadap bocah berusia enam tahun di kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat.
  • Who?
    Pelaku berinisial ALR (17) dan RM (13), korban bernama MWP (6), serta pihak Pemprov DKI Jakarta melalui Staf Khusus Gubernur Chico Hakim dan keluarga korban yang diwakili ayahnya, Bella (29).
  • Where?
    Kejadian terjadi di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Korban kemudian dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah sempat ditolak fasilitas kesehatan pertama.
  • When?
    Keputusan pencabutan KJP disampaikan pada Senin, 15 Juni 2026. Peristiwa perundungan terjadi sebelumnya dan penanganan medis terhadap korban masih berlangsung hingga saat ini.
  • Why?
    Pencabutan dilakukan sebagai bentuk ketegasan Pemprov DKI terhadap pelajar penerima bantuan pendidikan yang terlibat tindakan kekerasan atau perundungan di ruang publik.
  • How?
    Pemprov DKI berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Satpol PP untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Korban mendapat perawatan medis lanjutan sementara keluarga tetap melanjutkan proses hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak kecil namanya MWP umur enam tahun yang dibully sama dua kakak remaja di taman Kramat Pulo. MWP sampai kesetrum dan dibawa ke rumah sakit, tapi sekarang sudah mulai sembuh. Pemerintah Jakarta marah dan ambil kartu sekolah dari dua anak yang nakal itu. Polisi juga masih urus kasusnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah tegas Pemprov DKI Jakarta dalam mencabut KJP pelaku perundungan menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan disiplin dan melindungi ruang publik dari kekerasan. Koordinasi lintas dinas memperlihatkan keseriusan menjaga keamanan anak-anak, sementara kabar bahwa kondisi MWP berangsur membaik memberi harapan atas pemulihan fisik dan emosionalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik pelaku perundungan berinisial ALR (17) dan RM (13) di Kramat Pulo, Jakarta Pusat. Dalam kasus ini, MWP (6) menjadi korban perundungan hingga tersengat aliran listrik di tiang yang ada di Taman Kramat Pulo, Senen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim.

"Kalau bagi warga misalnya dia pelajar dan dia pemegang Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, maka yang seperti itu kita tarik KJP maupun KJMU-nya," kata dia dikutip Senin (15/6/2026).

1. Sudah koordinasi dengan dinas terkait soal perundunagn di tempat publik

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan koordinasi untuk mendalami kasus yang ada di taman itu. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta termasuk Satpol PP agar ruang terbuka dan publik bisa terus diawasi.

"Saya sudah menyampaikan kepada dinas terkait terutama Dinas Pendidikan untuk ini, termasuk Satpol PP dan sebagainya untuk ruang tempat-tempat yang dilakukan pembullyan seperti itu Pemerintah DKI Jakarta tidak memberikan toleransi sama sekali," kata dia.

2. Keluarga ingin tetap kasus ini dibawa ke jalur hukum

Bella (29) ayah dari korban perundungan yakni MWP (6) di Kramat Pulo, Jakarta Pusat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Keluarga MWP, bocah yang diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan oleh sejumlah anak di Kramat Pulo, Jakarta Pusat, memastikan kasus tersebut tetap diproses secara hukum meski salah satu keluarga terduga pelaku sempat mencoba menjalin komunikasi.

Ayah korban, Bella (29), mengatakan, putranya sempat tidak sadarkan diri setelah ditemukan tergeletak di taman dalam kondisi lemas dan diduga tersetrum. Setelah sempat ditolak di fasilitas kesehatan pertama, korban akhirnya mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"RS Cipto itu alhamdulillah sudah ditindak, ya, alhamdulillah dikasih layanannya dari Rumah Sakit Cipto. Itunya langsunglah dari IGD terus dapat kamar gitu," kata Bella saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026).

3. Kondisi MWP berangsur membaik

Vira ibu dari korban perundungan yakni WMP (6) di Kramat Pulo, Jakarta Pusat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Menurut keluarga, kondisi MWP kini berangsur membaik. Namun korban masih menjalani pemeriksaan medis secara berkala akibat sejumlah luka yang dialami. Dia juga kerap tak bisa tidur saat malam dan menangis.

Saat ditemui, MWP baru menyelesaikan pemeriksaan di puskesmas, tetapi mendapat rujukan lanjutan ke dokter anak ke rumah sakit. Dia juga terlihat masih menggaruk punggung dan lehernya yang membiru akibat setrum.

Dia berada di kediaman neneknya dan tidak kembali sementara ke Kramat Pulo. Dari pantauan IDN Times, MWP juga mulai berbain dengan beberapa anak di daerah rumah neneknya. Dia menyapa teman-temannya dan mengajak mereka bermain.

Editorial Team

Related Article