Jakarta, IDN Times - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (27), usai mendapat teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
“Kondisi luka dari saksi korban AY ada beberapa bagian tubuh yang kemudian terkena dada, wajah, dan tangan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir di Mabes Polri, Kamis (13/3/2026).
Johnny mengatakan, saat ini pihak kepolisian mulai menyelidiki kasus ini dengan Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.
“Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” kata Johnny.
Kasus yang ditangani Satreskrim Polres Jakarta Pusat akan di-backup oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
“Polri juga memastikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan, bagian daripada penegakan hukum dilakukan secara berbasis ilmiah,” kata Johnny.
Polisi saat ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) termasuk memeriksa beberapa saksi di lokasi.
“Pendalaman terhadap para saksi sedang dilakukan. Khusus untuk saksi korban, pimpinan Polri dan Polri menyampaikan turut prihatin, dan kita mendoakan semoga saksi korban atas nama AY bisa mendapat perawatan dan pulih kembali dan dapat dimintai keterangan,” ujarnya.
