Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK

Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK
Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS (YouTube/MK)
Intinya Sih
  • Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, diserang air keras oleh dua orang tak dikenal usai merekam podcast bertema remiliterisme di kantor YLBHI Jakarta.
  • Serangan terjadi saat Andrie mengendarai motor di kawasan Salemba, menyebabkan luka bakar 24 persen pada tangan, wajah, dada, dan mata tanpa ada barang yang hilang.
  • KontraS menilai penyiraman ini sebagai upaya membungkam suara kritis pembela HAM, mengingat Andrie sebelumnya aktif menyoroti isu revisi UU TNI di forum publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Imbasnya Andrie disebut alami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi usai Andrie melakukan perekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB. Dimas menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.

"Pasca peristiwa tersebut, AndrieYunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

1. Dia berkendara dengan menggunakan motor

Kepala Divisis Hukum KontraS, Andrie Yunus ketika menyampaikan surat penolakan terbuka revisi UU TNI. (IDN Times/Santi Dewi)
Kepala Divisis Hukum KontraS, Andrie Yunus ketika menyampaikan surat penolakan terbuka revisi UU TNI. (IDN Times/Santi Dewi)

Dari informasi awal yang dihimpun KontraS, sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Kemudian, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang atau jembatan Talang dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Dua orang itu diduga merupakan dua laki-laki yang berboncengan dengan satu motor.

2. Ciri-ciri pengendara yang siramkan air keras

Tangkapan layar Andrie Yunus, Divisi Advokasi Hak Asasi Manusia KontraS, Senin (31/11/2022). (IDN Times/Rivera Jesica Souisa)
Tangkapan layar Andrie Yunus, Divisi Advokasi Hak Asasi Manusia KontraS, Senin (31/11/2022). (IDN Times/Rivera Jesica Souisa)

Dia menjelaskan terduga pelaku pertama yang mengendarai motor menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam. Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," katanya.

3. Mata Andrie kena cairan

IGD
IGD RSUD Langsa, Aceh (Dok. Kementrian Kesehatan)

Bagian mata Andrie terkena cairan tersebut, kemudian dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," kata Dimas.

4. Tahun lalu Andrie protes di rapat tertutup RUU TNI

Massa yang tergabung dalam Arek Gerak menggelar aksi tolak RUU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Massa yang tergabung dalam Arek Gerak menggelar aksi tolak RUU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Andrie juga secara terbuka menyampaikan dugaan aksi teror yang dialami usai menggelar aksi interupsi saat DPR menggelar rapat secara tertutup mengenai Revisi UU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta pada 15 Maret 2025 lalu.

Hal tersebut disampaikan Andrie saat memberikan keterangan sebagai Saksi yang dihadirkan Pemohon perkara nomor 81/PUU-XXIII/2025 dalam sidang lanjutan uji Formil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia UU TNI di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Senin (14/7/2025).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More