Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Nobel Perdamaian, Penghargaan Bergengsi Kelas Dunia

Mengenal Nobel Perdamaian, Penghargaan Bergengsi Kelas Dunia
medali Hadiah Nobel Perdamaian (commons.wikimedia.org/ProtoplasmaKid)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Nobel Perdamaian berawal dari wasiat Alfred Nobel pada 1895, memakai dana abadinya untuk menghargai kontribusi bagi persaudaraan antarbangsa, pengurangan persenjataan, dan promosi perdamaian.
  • Berbeda dari Nobel lain, pemenang Nobel Perdamaian dipilih Komite Nobel Norwegia yang independen; nominasi dari pihak berwenang dirahasiakan selama 50 tahun.
  • Sejak 1901, penghargaan diumumkan awal Oktober dan diserahkan 10 Desember di Oslo; hingga 2025, telah dianugerahkan 106 kali kepada 143 penerima individu dan organisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Penghargaan Nobel Perdamaian atau Nobel Peace Prize merupakan salah satu penghargaan internasional paling bergengsi di dunia. Setiap tahun, penghargaan ini diberikan kepada individu maupun organisasi yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa dalam menciptakan perdamaian, mencegah konflik, memperjuangkan hak asasi manusia, hingga mempromosikan kerja sama antarbangsa.

Tidak seperti penghargaan Nobel lainnya yang diberikan di Swedia, Nobel Perdamaian justru diumumkan dan diserahkan di Oslo, Norwegia. Hal ini merupakan amanat langsung dari pendiri Nobel, Alfred Nobel, yang tertuang dalam surat wasiatnya pada 1895.

Lantas, bagaimana sejarah Nobel Perdamaian? Siapa yang berhak menerimanya dan kapan penghargaan ini diberikan?

1. Berawal dari surat wasiat Alfred Nobel

Bagian depan dan belakang medali Hadiah Nobel Perdamaian milik Jimmy Carter
Bagian depan dan belakang medali Hadiah Nobel Perdamaian milik Jimmy Carter. (User:Piotrus, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Penghargaan Nobel berasal dari wasiat ilmuwan, penemu, sekaligus pengusaha asal Swedia, Alfred Nobel. Dia dikenal sebagai penemu dinamit yang menghasilkan kekayaan sangat besar pada abad ke-19.

Sebelum meninggal dunia pada 1896, Alfred Nobel mewariskan sekitar 31,5 juta krona Swedia, jumlah yang sangat besar pada masanya untuk membentuk sebuah dana abadi. Hasil investasi dana tersebut digunakan setiap tahun guna memberikan penghargaan kepada mereka yang dinilai memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia.

Dalam wasiatnya, Nobel menetapkan lima bidang penghargaan, yakni Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra, dan Perdamaian. Belakangan, pada 1969, ditambahkan Penghargaan Nobel Ilmu Ekonomi yang didanai Bank Sentral Swedia sehingga secara teknis bukan termasuk lima penghargaan asli yang ditetapkan Alfred Nobel.

Khusus Nobel Perdamaian, Alfred Nobel menulis bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada pihak yang telah melakukan pekerjaan terbaik atau terbanyak untuk persaudaraan antarbangsa, pengurangan atau penghapusan angkatan bersenjata tetap, serta penyelenggaraan dan promosi kongres perdamaian.

2. Mengapa diberikan di Norwegia?

Maria Corina Machado sedang melakukan wawancara bersama wartawan.
potret pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

Salah satu keunikan Nobel Perdamaian adalah proses pemilihannya dilakukan di Norwegia, bukan di Swedia.

Melalui surat wasiatnya, Alfred Nobel secara khusus meminta agar pemenang Nobel Perdamaian dipilih oleh komite beranggotakan lima orang yang ditunjuk Parlemen Norwegia (Norwegian Storting). Hingga kini, proses tersebut masih dipertahankan melalui Komite Nobel Norwegia yang bekerja secara independen.

Para anggota komite menyeleksi ratusan nominasi yang diajukan setiap tahun oleh pihak-pihak yang memenuhi syarat, seperti kepala negara, anggota parlemen, profesor universitas, hakim internasional, mantan penerima Nobel, hingga organisasi tertentu. Identitas para nominator dan kandidat dirahasiakan selama 50 tahun.

3. Kapan Nobel perdamaian diberikan?

Mengenal Nobel Perdamaian, Penghargaan Bergengsi Kelas Dunia
Ketua Komite Nobel, Jorgen Watne Frydnes saat mengumumkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 di Oslo. (youtube.com/NobelPrize)

Penghargaan Nobel pertama kali diberikan pada 1901. Penerima Nobel Perdamaian perdana adalah aktivis perdamaian asal Prancis Frédéric Passy dan pendiri Palang Merah Internasional Jean Henry Dunant dari Swiss.

Setiap tahun, Komite Nobel Norwegia mengumumkan pemenang Nobel Perdamaian pada awal Oktober. Sementara upacara penyerahan penghargaan digelar setiap 10 Desember di Oslo, bertepatan dengan tanggal wafat Alfred Nobel.

Penerima Nobel Perdamaian memperoleh medali emas, diploma, serta hadiah uang yang nilainya ditetapkan setiap tahun oleh Nobel Foundation. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai hadiah mencapai sekitar 11 juta krona Swedia.

4. Siapa saja yang bisa menerima Nobel Perdamaian?

Mengenal Nobel Perdamaian, Penghargaan Bergengsi Kelas Dunia
Ketua Komite Nobel, Jorgen Watne Frydnes saat mengumumkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 di Oslo. (youtube.com/NobelPrize)

Tidak hanya individu, Nobel Perdamaian juga dapat diberikan kepada organisasi. Sepanjang sejarahnya, penghargaan ini telah diberikan kepada tokoh-tokoh seperti Nelson Mandela, Martin Luther King Jr, Malala Yousafzai, Bunda Teresa, hingga organisasi seperti Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, dan International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN).

Menurut data Nobel Foundation, hingga 2025 Nobel Perdamaian telah dianugerahkan sebanyak 106 kali kepada 143 penerima, yang terdiri atas 112 individu dan 31 organisasi. Beberapa organisasi menerima penghargaan lebih dari satu kali, seperti Komite Palang Merah Internasional yang meraihnya tiga kali.

Selama lebih dari satu abad, Nobel Perdamaian terus berkembang mengikuti dinamika dunia. Jika pada awalnya penghargaan banyak diberikan kepada tokoh yang mendorong diplomasi antarnegara dan pengurangan persenjataan, kini cakupannya semakin luas, termasuk perjuangan hak asasi manusia, demokrasi, perlindungan pengungsi, pemberantasan senjata nuklir, hingga upaya penyelesaian konflik kemanusiaan.

Meski kerap memicu perdebatan terkait penerima penghargaan, Nobel Perdamaian tetap dipandang sebagai salah satu bentuk pengakuan internasional tertinggi bagi individu maupun organisasi yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap terciptanya dunia yang lebih damai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More