Mensos Tangguhkan 1,4 Juta Penerima Bansos Gegara Main Judi Online

- Kemensos menangguhkan bansos triwulan III 2026 bagi 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi bertransaksi judi online berdasarkan data PPATK.
- Jumlah penerima bansos terindikasi judi online naik dibanding 2025 yang hampir 600 ribu keluarga; Kemensos menargetkan penelusuran detail transaksi selesai sekitar sepekan.
- Bansos dapat dialihkan jika penerima terbukti sengaja atau mengulangi penggunaan untuk judi online, tetapi keputusan akhir mempertimbangkan asesmen kebutuhan dan kemungkinan penyalahgunaan rekening.
Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf, menangguhkan bantuan sosial (bansos) kepada 1.494.652 keluarga penerima manfaat (KPM) pada triwulan III 2026 setelah terindikasi melakukan transaksi judi online (judol) berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Gus Ipul mengatakan, jumlah penerima bansos yang terindikasi judol meningkat dibandingkan tahun lalu.
"Ini sedang kita dalami, sedang kita telusuri, dan ini lebih tinggi dibanding tahun 2025 yang lalu yang jumlahnya mencapai hampir 600 ribu. Tahun ini angkanya hampir mencapai 1,5 juta keluarga penerima manfaat yang terindikasi main judol," kata Gus Ipul di Kemensos, Rabu (5/8/2026).
1. Bansos milik penerima terindikasi judol akan dialihkan

Dia mengatakan, pemerintah akan mengambil tindakan apabila penerima bansos terbukti dengan sengaja menggunakan bantuan untuk berjudi secara daring, terutama bagi mereka yang mengulangi pelanggaran.
"Tentu kita akan alihkan dan tidak akan salurkan lagi kepada keluarga-keluarga penerima manfaat yang main judi online," ujar dia.
2. Mensos akan menelusuri

Gus Ipul menjelaskan, Kemensos masih menelusuri apakah transaksi tersebut dilakukan secara sengaja, tidak sengaja, atau rekening penerima dimanfaatkan pihak lain. Hasil pendalaman itu ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu pekan.
"Ini lagi dalam proses, datanya baru kita terima, sekarang kita lagi telusuri lebih lanjut. Insyaallah minggu depan kita akan sampaikan berapa persen penerima manfaat yang lama yang main judol lagi atau memang ini baru semua," kata dia.
3. Bansos bukan untuk judol

Selain itu, Mensos juga mempertimbangkan kondisi kesejahteraan masing-masing penerima sebelum mengambil keputusan akhir. Pada evaluasi sebelumnya, sekitar 100 ribu lebih penerima bansos yang terindikasi judol masih diberi kesempatan menerima bantuan setelah melalui asesmen dan dinilai benar-benar membutuhkan. Namun, mereka diminta tidak mengulangi perbuatannya.
"Tentu dengan syarat untuk tidak mengulangi lagi. Kalau nanti ini terbukti mengulangi lagi maka tidak akan kita salurkan bantuan sosial yang berasal dari PKH maupun dari sembako. Semuanya tergantung asesmen dan hasil pemutakhiran. Jadi kalau kita sih berharap bantuan-bantuan ini dibelanjakan sesuai dengan peruntukannya. Tidak untuk judi online," kata dia.




















