Kemendikdasmen Luruskan soal PIP Siswa SD di NTT

- Dana PIP tidak diambil oleh penerima.
- YBR ditemukan meninggal karena bunuh diri.
- Surat korban ungkap alasan tidak memiliki uang untuk buku dan pena.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantah isu terkait tidak cairnya dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa SD di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT.
Sebagaimana diketahui, siswa kelas 4 SD tersebut dilaporkan mengakhiri hidup karena tidak memiliki uang untuk membeli buku dan pena.
Sekjen Kemendikdasmen, Suharti, meluruskan mengenai isu dana PIP tidak cair. Suharti mengatakan dana PIP milik YBR bukannya tidak cair, tetapi tidak diambil.
"Bukan tidak cair, tapi tidak diambil," ujar Suharti usai Konsolidasi Nasional Dikdasmen 2026 di di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Senin, 9 Februari 2026.
1. Dana tak kunjung ditarik penerima

Ia menjelaskan PIP milik YBR sudah diaktivasi pada September 2025 dan uang PIP sudah ditransfer sejak November 2025. Akan tetapi oleh penerima anggaran itu dananya tidak kunjung ditarik oleh penerima.
Sebagaimana diketahui, siswa kelas 4 SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR, 10, memutuskan bunuh diri karena tak memiliki uang untuk membeli buku dan pena. Kasus ini menjadi perhatian khususnya dari sisi bantuan biaya pendidikan.
2. Ditemukan meninggal

YBR ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon pada Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis, 29 Januari 2026.
Saat proses evakuasi, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan milik korban.
3. Isi surat ungkap hal ini

Surat ditulis dalam bahasa daerah Ngada dan ditujukan kepada ibu korban. Isi surat mengungkap dugaan alasan korban memilih mengakhiri hidup.
Sebelum meninggal, YBR sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tidak mempunyai uang, ibu YBR tak bisa membelikan.
YBR telah meminta ibunya untuk mengurus, tetapi sang ibu belum sempat mengurus. (WEB)


















