Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro: Raffi Ahmad dan Willie Salim Diundang
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto ssbut sebut pemeriksaan ekshumasi ada tiga proses, Rabu (12/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno
  • Polda Metro Jaya menyatakan Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI atas undangan penyelenggara.

  • Polda Metro Jaya meminta maaf dan menjadikan kritik publik sebagai evaluasi setelah muncul dugaan peserta bayaran memakai almamater serta pengakuan seorang peserta bukan mahasiswa.

  • Raffi dan Willie mengklarifikasi kehadiran mereka hanya sebagai undangan, bukan perencana acara; polemik juga memicu kritik media sosial dan mundurnya sejumlah pihak dari RANS Carnival.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29 Oktober 2026

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir atas undangan penyelenggara.

31 Oktober 2026

Polda Metro Jaya menyatakan Raffi Ahmad dan Willie Salim datang sebagai pihak yang diundang. Kepolisian meminta maaf atas polemik acara dan menyebut kritik publik akan menjadi bahan evaluasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 diwarnai polemik setelah muncul dugaan peserta bayaran memakai almamater kampus palsu.
  • Who?
    Polda Metro Jaya, Raffi Ahmad, Willie Salim, peserta yang mengaku mahasiswa, serta masyarakat yang menyampaikan kritik terlibat dalam polemik ini.
  • Where?
    Kegiatan deklarasi berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polemik juga ramai dibahas melalui media sosial.
  • When?
    Deklarasi digelar Kamis, 29 Oktober 2026. Polda Metro Jaya menyampaikan keterangan dan permohonan maaf pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
  • Why?
    Kontroversi muncul karena peserta yang memakai atribut almamater diduga dibayar dan kemudian mengaku bukan mahasiswa asli.
  • How?
    Polda Metro Jaya menyatakan Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir atas undangan penyelenggara, meminta maaf, serta menjadikan kritik publik sebagai bahan evaluasi. Keduanya juga mengunggah klarifikasi di Instagram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi mengundang Raffi Ahmad dan Willie Salim ke acara Sumpah Pemuda di Jakarta. Lalu orang-orang marah karena ada peserta yang memakai baju kampus palsu dan dibayar datang. Orang itu mengaku bukan mahasiswa sungguhan. Polisi minta maaf dan akan memperbaiki acara. Raffi dan Willie bilang mereka hanya datang karena diundang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah polemik, terdapat ruang positif dalam sikap terbuka para pihak untuk merespons kritik. Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan masukan publik sebagai bahan evaluasi, sementara Raffi Ahmad dan Willie Salim memberikan klarifikasi serta meminta maaf atas kekecewaan yang muncul. Sikap ini menunjukkan penghargaan terhadap perhatian masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten, Willie Salim di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) atas undangan dari pihaknya sebagai penyelenggara acara.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam acara tersebut. Kegiatan itu menuai kritik publik karena adanya dugaan peserta bayaran yang mengenakan almamater. Kepolisian menyebut kritik yang muncul akan menjadi bahan evaluasi.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada utk menjadi evaluasi,” ujar Budi.

Deklarasi tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Kehadiran Raffi dan Willie menjadi perbincangan setelah muncul sorotan terhadap peserta yang mengatasnamakan mahasiswa, termasuk dugaan adanya peserta bayaran yang mengenakan atribut almamater.

Polemik kegiatan tersebut mencuat setelah adanya peserta deklarasi yang mengenakan atribut almamater kampus palsu dan dugaan peserta bayaran. Akibatnya, publik pun mempertanyakan penyelenggaraan kegiatan yang membawa nama mahasiswa tersebut.

Orang yang mengaku mahasiswa tersebut kemudian mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa asli melainkan dibayar untuk menghadiri acara itu.

Hal ini pun menuai tanggapan keras dari figur publik lainnya, termasuk berdampak pada kegiatan bisnis milik Raffi Ahmad, seperti kegiatan RANS Carnival yang sejumlah tenant dan pengisi acaranya mundur.

Menanggapi gelombang kritik dan hujatan yang masif di media sosial, Raffi Ahmad dan Willie Salim akhirnya sama-sama mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram pribadi mereka. Keduanya kompak menyatakan bahwa kehadiran mereka di sana murni sebagai pihak yang diundang, tidak ikut merencanakan atau mengatur jalannya acara, serta meminta maaf jika kehadiran mereka menimbulkan polemik atau kekecewaan di tengah masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article