Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang

- SMA Taruna Nusantara merupakan kebutuhan penting bagi setiap negara, contoh dari negara maju dan berkembang.
- Pemerintah berkomitmen memperluas jaringan SMA Taruna Nusantara di berbagai wilayah, dengan target 20 SMA Garuda dan sekolah unggulan di daerah.
- Prabowo menekankan pentingnya karakter, kepemimpinan, dan penanaman nilai sejak dini dalam pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Prabowo mengaku bangga dengan hasil pembangunan sekolah tersebut yang dinilainya menjadi bagian penting dalam menyiapkan kader-kader bangsa berkapasitas akademik unggul.
Prabowo mengatakan, SMA Taruna Nusantara sejak awal dirancang sebagai wadah pembinaan bagi putra-putri terbaik Indonesia agar mendapatkan kesempatan pendidikan terbaik. Dia menilai, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi utama pembangunan bangsa serta kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Prabowo, hanya melalui pendidikan berbasis iptek sebuah bangsa dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi. Dengan itu, kualitas hidup rakyat bisa ditingkatkan dan masyarakat terlepas dari kemiskinan serta kelaparan.
"Saya bangga hari ini melihat hasil kita. Dan dengan demikian, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Selasa 13 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang," kata Prabowo.
1. Sekolah unggulan disebut kebutuhan semua negara

Prabowo menilai keberadaan sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara merupakan kebutuhan setiap negara. Dia menyebut, banyak negara maju maupun berkembang telah lama mengembangkan sekolah sejenis dalam jumlah besar sebagai basis pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dia mencontohkan Malaysia yang telah memiliki puluhan sekolah serupa, sementara Inggris sudah mengembangkan model pendidikan tersebut selama ratusan tahun. Atas dasar itu, pemerintah berkomitmen memperluas jaringan SMA Taruna Nusantara di berbagai wilayah.
Saat ini, Prabowo menyebut SMA Taruna Nusantara telah memiliki tiga kampus, yakni di Magelang, Malang, dan Cimahi. Selain itu, pemerintah tengah membangun kampus baru di Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Sumatra Selatan.
"Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi," ujar Prabowo.
2. Target 20 SMA Garuda dan sekolah unggulan di daerah

Selain memperluas SMA Taruna Nusantara, Prabowo juga mengungkapkan rencana pembentukan 20 sekolah tambahan yang diberi nama SMA Garuda. Dia menyampaikan target pemerintah adalah menghadirkan setidaknya satu sekolah unggulan di hampir setiap provinsi.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga menargetkan pembangunan sekolah unggulan terintegrasi di tiap kabupaten. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan sekitar 500 sekolah unggulan dapat diselesaikan dalam kurun empat tahun ke depan.
"Sekolah-sekolah yang lain pun akan kita perbaiki. Tahun ini saja saya akan renovasi 60 ribu sekolah dan seterusnya. Kita punya 300 ribu sekolah. Saya berharap dalam 4 tahun kita bisa selesaikan semua kampus sekolah-sekolah di Indonesia dan juga kualitasnya akan kita tingkatkan di setiap bidang," tuturnya.
3. Prabowo tekankan karakter dan kepemimpinan

Prabowo menekankan pentingnya peran pimpinan sekolah dan tenaga pendidik dalam menjalankan pendidikan secara maksimal. Dia menyebut sebagian besar pengelola SMA Taruna Nusantara merupakan alumni, sehingga diharapkan memahami nilai dan tujuan pendidikan yang dibangun sejak awal.
Dia menegaskan sekolah-sekolah tersebut diarahkan untuk mencetak kader yang patriotik, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Prabowo juga menyoroti pentingnya penanaman karakter, akhlak, serta sikap antikorupsi sejak dini.
Prabowo menyebut lulusan SMA Taruna Nusantara telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional. Dia menilai kontribusi alumni tersebut terlihat di berbagai sektor, termasuk di jajaran pemerintahan.
"Pendidikan adalah instrumen pembangunan. Pendidikan adalah instrumen kesejahteraan. Pendidikan adalah instrumen demokrasi. Pendidikan dan kesehatan adalah instrumen menghilangkan kemiskinan. Saya kira itu dari saya," tutur Prabowo.
















