PSI Minta Santri Kuasai Bahasa Mandarin dan Teknologi

- PSI menggelar Safari Ramadan di sejumlah ponpes Muhammadiyah Boyolali, dengan Nasrullah memberi motivasi agar santri menguasai bahasa asing, termasuk Mandarin, demi daya saing global.
- Nasrullah menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi santri agar mampu bertahan di era perubahan cepat dan memiliki kompetensi unggul di masa depan.
- Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kaesang untuk memperkuat SDM pesantren serta komitmen PSI mendengar masukan pimpinan ponpes demi mencetak generasi pemimpin berdaya saing tinggi.
Jakarta, IDN Times — Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) menggelar Safari Ramadan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) Muhammadiyah di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026).
Ketua DPP PSI Bidang Hukum dan HAM, Nasrullah, memberikan motivasi bagi ratusan santri. Pria yang akrab dipanggil Bro Nas ini menekankan pentingnya santri memiliki daya saing global di era disrupsi.
Dalam orasinya di hadapan para santri, Nasrullah menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai kunci pembuka pintu dunia. Menurut dia, santri masa kini tidak boleh hanya berpuas diri dengan kemampuan bahasa yang umum.
"Jika ingin lebih mudah jalan suksesnya ke depan, kuasai bahasa yang tidak hanya terbatas pada Arab dan Inggris saja, tapi perlu menambahkan bahasa Mandarin," ujar Nasrullah.
Menurut Ketua Mahkamah Partai PSI ini, penguasaan bahasa asing linear dengan perluasan jejaring.
"Dengan menguasai bahasa asing, maka potensi jaringan pergaulan Anda akan semakin luas. Perkawanan yang luas dengan jejaring di mana-mana akan berdampak kepada rezeki yang luas," kata dia.
1. Adaptasi teknologi di dunia yang serba cepat

Selain kompetensi bahasa, Nasrullah juga mengingatkan para santri untuk tidak gagap teknologi. Baginya, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat, dan hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan teknologilah yang akan bertahan.
"Selain bahasa, yang terpenting untuk tetap bisa beradaptasi dengan dunia yang serba cepat perubahannya ini adalah kuasai teknologi," tegasnya.
Pesan ini ia sampaikan berdasarkan pengalaman pribadinya. Nasrullah bercerita, kesuksesannya menduduki jabatan penting di tingkat nasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang berorganisasi sejak tingkat ranting di kampung halaman saat masih duduk di bangku SMP.
2. Instruksi Kaesang soal penguatan SDM

Kunjungan yang diwarnai dengan pembagian ratusan 'Kado Ramadan' ini sesuai dengan instruksi Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Kaesang mengarahkan agar seluruh kader terjun ke pesantren untuk mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
Hal ini diperkuat oleh pesan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, yang menekankan, peran partai adalah menjalin kedekatan dengan kiai dan pengasuh pondok.
“Kami melakukannya sebagai wujud penghormatan kepada para guru, kyai, dan ulama yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa,” kata Ahmad Ali dalam keterangannya.
3. Komitmen PSI dengar arahan dari para pimpinan ponpes

Acara yang berlangsung humanis ini juga diselingi dengan kuis interaktif yang disambut gelak tawa dan antusiasme para santri. Nasrullah menutup kunjungannya dengan menegaskan komitmen PSI untuk terus mendengar arahan dari para pimpinan pondok pesantren.
"Harapannya, santri tidak hanya kuat secara moral dan spiritual, tapi juga unggul secara intelektual dan teknologi agar siap menjadi pemimpin masa depan," ucap dia.


















