Perang Iran-AS dan Israel, Bagaimana Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026?

- Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan normal meski situasi di Timur Tengah sedang memanas akibat konflik bersenjata.
- Pemerintah mengimbau calon jamaah umrah asal Indonesia untuk menunda keberangkatan sementara hingga kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali kondusif.
- Ketegangan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan sejumlah petinggi, memicu serangan balasan dan memperluas dampak ke negara sekitar.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan penjelasan soal penyelenggaraan ibadah haji 2026, menyusul memanasnya situasi di Timur Tengah sekarang.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Teheran dijatuhi bom, hingga hal ini sempat menghadirkan keraguan, akankah penyelenggaraan haji 2026 bakal terganggu?
1. Penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana

Dahnil memastikan persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan sebagaimana semestinya. Belum ada dampak yang signifikan dengan proses perencanaan dan persiapan penyelenggaraan haji 2026.
"Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 bisa berjalan lancar tidak berdampak dari konflik di Timur Tengah dan konflik di Timur Tengah bisa selesai bisa kembali reda dalam waktu dekat," ujar Dahnil dalam keterangan resmi di Instagram Kemenhaj.
2. Khusus umrah, harus ditunda dulu

Namun, khusus untuk ibadah umrah, terutama dalam waktu dekat, Dahnil megimbau masyarakat Indonesia untuk menunda terlebih dulu. Masyarakat harus bersabar sampai kondisi Timur Tengah kondusif.
"Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondusivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah," ujar Dahnil.
3. Timur Tengah memanas karena konflik Iran dan AS-Israel

Buntut dari serangan AS-Israel ke Iran, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah petinggi militer Iran dikabarkan tewas. Tak tinggal diam, Iran melakukan serangan balasan.
Serangan balasan Iran berdampak ke beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara Teluk itu terdampak perang karena terdapat pangkalan militer AS.



.jpg)











