Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Undang Pakar ke Istana, Bahas Mitigasi Karhutla
Presiden Prabowo Subianto undang pakar ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo mengundang pakar lintas kampus dan lembaga, bersama pejabat terkait, ke Istana untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
  • Pemerintah menekankan edukasi karena kebakaran dinilai berasal dari ulah manusia; warga yang membuka lahan diminta meminta bantuan aparat dan tidak membakar.
  • Larangan membakar hutan dan lahan diusulkan masuk muatan lokal serta pendidikan agama; BNPB melaporkan 209,78 hektare lahan masih dipadamkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto mengundang pakar ke Istana Kepresidenan untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan, ketika 209,78 hektare lahan masih dipadamkan.
  • Who?
    Prabowo Subianto, sejumlah akademisi dan peneliti, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BRIN Arif Satria, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Kepala BNPB Suharyanto.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta. Kebakaran lahan masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia, dengan lokasi rinci 209,78 hektare yang dipadamkan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Pertemuan pakar berlangsung Kamis, 24 September 2026. BNPB melaporkan 209,78 hektare lahan masih dipadamkan pada Rabu, 23 September 2026.
  • Why?
    Pembahasan dilakukan untuk mencegah karhutla kembali terjadi, meningkatkan edukasi masyarakat, dan mendorong pembukaan lahan tanpa pembakaran.
  • How?
    Pemerintah menyiapkan edukasi melalui muatan lokal dan pendidikan agama, bantuan aparat serta alat berat bagi pembukaan lahan, anggaran khusus, peralatan pemadaman, pesawat, dan sekitar 2.000 truk pemadam kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo mengajak banyak ahli ke Istana untuk bicara soal kebakaran hutan dan tanah. Menteri dan orang dari kampus juga datang. Mereka ingin mengajari orang agar tidak membakar saat membuka lahan. Anak sekolah juga mau diajari. Sekarang, masih ada 209,78 hektare tanah yang sedang dipadamkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelibatan pakar lintas kampus dan lembaga riset dalam pembahasan karhutla menunjukkan upaya penanganan yang menggabungkan keahlian ilmiah, kesiapan peralatan, dan edukasi masyarakat. Rencana bantuan pembukaan lahan tanpa pembakaran serta pengenalan larangan sejak pendidikan dini memberi ruang bagi pencegahan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pakar ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026) untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mereka yang hadir ke Istana adalah Bagus Muljadi (Nottingham University), Azwar Maas (Universitas Gadjah Mada), Zakaria Amsari (Universiras Tanjungpura), Haris Gunawan (UNRI), Darmae Nasir (Universitas Palangka Raya), Henrik Segah (Universitas Palangka Raya), Yulianto S Nugroho (UI), Asmari Saad (Universitas Jambi), Puji Lestari (ITB), Indratmo Soekarno (ITB).

Kemudian, Made Hesti Lestari (BRIN), Ahmad Kurnain (Universitas Lambung Mangkurat), Bambang Kun Cahyono (UGM), Sigit Sutikno (UNRI), Ati Dwi Nurhayati (IPB), Muhammad Agung Santoso (UI), dan Elham Sumarga (ITB). Mereka terlihat datang menggunakan Isuzu Elf dan KIA Pregio.

Selain itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, hingga Kepala BRIN Arif Satria juga hadir di Istana.

"Akademisi ada dari BRIN, kemudian dari IPB, dari UI, dari ITB, kemudian juga ada beberapa dari Universitas Tanjung Pura dan beberapa kampus," ujar Arif.

1. Mensesneg benarkan pakar dipanggil ke Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan para pakar dipanggil ke Istana. Menurut dia, edukasi perlu disampaikan kepada masyarakat, agar karhutla tidak kembali terjadi.

"Rapat di Istana. Akan ada beberapa ahli-ahli yang dipanggil. Edukasi penting karena semua kebakaran berasal dari ulah manusia," kata Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

2. Pembukaan lahan dibantu aparat

Menteri Sekretariat Negara RI (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafia'n)

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga sudah memerintahkan kepada masyarakat, apabila ingin membuka lahan bisa meminta bantuan aparat, tidak dengan cara dibakar.

"Presiden sudah perintah juga, jika rakyat mau buka lahan, butuh alat berat, lebih baik lapor ke aparat, nanti dibantu, dan kita siapkan anggaran khusus. Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar," kata dia.

3. Larangan bakar hutan dan lahan ingin dimasukkan ke pelajaran sekolah

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga ingin larangan membakar hutan dan lahan masuk dalam pelajaran muatan lokal (mulok) sehingga siswa sudah mendapat edukasi sejak dini.

"Kemarin sudah kita minta masuk ke kurikulum mulok. Kita minta masuk juga ke pendidikan agama sejak dini. Segala cara harus ditempuh. Selain kita siapkan peralatan yang mumpuni jika terjadi. Sebenarnya kita ini sudah pesan pesawat-pesawat model beriev dan peralatan fire fighting. Untung tahun lalu kita sudah nekat beli truk pemadam kebakaran sekitar 2.000 unit dan terbukti sekarang banyak dan dibutuhkan," kata Prasetyo.

Karhutla masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Laporan terakhir BNPB, saat ini masih ada 209,78 hektare lahan yang kebakaran.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” kata Kepala BNPB, Suharyanto, Rabu (23/9/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article