Masih Ada 209,78 Hektare Hutan dan Lahan Kebakaran

- Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas hybrid untuk membahas perkembangan dan penanganan karhutla di Sumatra serta Kalimantan, terutama Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
- BNPB melaporkan total 1.212,52 hektare lahan terbakar, dengan 209,78 hektare masih dipadamkan. Pemerintah melanjutkan penanganan, termasuk operasi modifikasi cuaca.
- Aktivitas masyarakat di daerah terdampak umumnya normal, meski akses keluar-masuk Kalimantan Barat dan Tengah sedikit terganggu. BNPB memperkirakan karhutla berakhir pertengahan Oktober hingga minggu ketiga November 2026.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, Rabu (23/9/2026). Rapat digelar secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dengan diikuti sejumlah pejabat terkait melalui konferensi video.
Pembahasan dalam rapat tersebut berfokus pada perkembangan terbaru karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Presiden Prabowo meminta laporan mengenai kondisi kebakaran, termasuk penanganan yang dilakukan di daerah dengan aktivitas karhutla yang masih berlangsung.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan, Presiden Prabowo ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi karhutla, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Laporan juga mencakup situasi kebakaran di wilayah Kalimantan secara keseluruhan serta sejumlah daerah di Sumatra.
“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Teddy dalam keterangannya.
1. Ada 1.212,52 hektare lahan yang terbakar

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, Rabu (23/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden) Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan yang kebakaran.
“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” kata Suharyanto.
Pemerintah juga melanjutkan langkah penanganan melalui berbagai strategi, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi tersebut dilakukan untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung upaya pemadaman karhutla.
2. BNPB sampaikan roda kehidupan berputar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto ketika memberikan keterangan pers soal karhutla. (IDN Times/Santi Dewi) Suharyanto kemudian melaporkan kepada Presiden Prabowo, aktivitas warga di daerah terdampak karhutla tetap berjalan.
"Tapi kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu," ujar dia.
3. BNPB prediksi karhutla berhenti Oktober

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal) Lebih lanjut, BNPB memprediksi karhutla berhenti pada Oktober 2026. Hal itu tergantung pada datangnya musim hujan.
"Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal dan kondisi poin satu dan dua ini, kami yakinkan ini akan berakhir ketika paling cepat pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat minggu ketiga November 2026," ujar dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















