Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Pastikan JPO Rasuna Said Tak Lagi ‘Love and Hate’ pada Oktober
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung usai meninjau JPO di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Pemprov DKI menargetkan pembongkaran JPO lama di Jalan HR Rasuna Said rampung paling lambat Oktober 2026.
  • Dua JPO berdekatan namun tak tersambung karena dibangun pada waktu dan fungsi berbeda, sehingga viral dengan julukan “Love and Hate”.
  • Pramono memilih mempertahankan JPO baru terintegrasi LRT-TransJakarta, dengan perbaikan perawatan, lift, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 1990-an

Pemprov DKI Jakarta membangun JPO eksisting di Jalan HR Rasuna Said untuk penyeberangan umum.

4 Agustus 2026

Dinas Bina Marga DKI menjelaskan dua JPO berdekatan tetapi terpisah karena dibangun pada waktu dan fungsi yang berbeda.

9 Agustus 2026

Pramono memutuskan JPO lama dibongkar karena tidak ramah bagi penyandang disabilitas. JPO LRT akan menjadi satu-satunya JPO dan fasilitasnya akan diperbaiki.

Oktober 2026

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembongkaran JPO eksisting selesai paling lambat pada Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov DKI Jakarta akan membongkar JPO lama di Jalan HR Rasuna Said yang berdampingan namun tidak tersambung dengan JPO integrasi LRT Jabodebek.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, dan LRT Jabodebek terlibat dalam penanganan dua JPO tersebut.
  • Where?
    Di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada area JPO yang berada dekat Stasiun LRT Jabodebek dan Halte TransJakarta.
  • When?
    Pembongkaran ditargetkan selesai pada September 2026, paling lambat Oktober 2026. Pramono meninjau lokasi pada Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Why?
    JPO lama dibongkar karena fungsinya sama dengan JPO baru, tidak ramah bagi penyandang disabilitas, dan penyambungan keduanya akan menimbulkan perbedaan ketinggian.
  • How?
    Pemprov DKI akan membongkar JPO lama dan mempertahankan JPO baru, dengan perbaikan pemeliharaan serta pengecekan fasilitas, termasuk lift.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jalan Rasuna Said ada dua jembatan untuk orang menyeberang. Jembatan itu dekat, tapi tidak nyambung. Orang menyebutnya “Love and Hate”. Pak Pramono bilang jembatan lama akan dibongkar paling lambat Oktober 2026. Jembatan baru akan dipakai dan diperbaiki, termasuk liftnya, supaya lebih mudah untuk semua orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana pembongkaran JPO lama di Rasuna Said membuka ruang bagi penataan akses penyeberangan yang lebih sederhana dan inklusif. Dengan memusatkan fungsi pada JPO baru yang terintegrasi dengan LRT dan TransJakarta, Pemprov dapat memeriksa lift serta memperbaiki pemeliharaan, sehingga kebutuhan pengguna, termasuk penyandang disabilitas, lebih diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) eksisting di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan selesai dilakukan pada Oktober 2026.

Pembongkaran dilakukan usai JPO eksisting dan JPO LRT Jabodebek itu viral dan disebut ‘Love and Hate’ karena keduanya berdekatan tapi tidak tersambung.

“Jadi artinya bulan September, paling lambat Oktober (pembongkaran JPO) selesai,” kata Pramono saat meninjau JPO Rasuna Said, Minggu (9/8/2026).

Pramono menjelaskan, pada dasarnya kedua JPO, yakni JPO eksisting dan JPO LRT Jabodebek yang mengintegrasikan Stasiun LRT dengan Halte TransJakarta memiliki fungsi yang sama yakni untuk penyebrangan.

“Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik,” ujar dia.

JPO eksisting, kata Pram, dibangun Pemerintah DKI Jakarta pada tahun 1990-an. Sementara itu, JPO LRT dibangun kekinian sehingga jika disambungkan akan terjadi perbedaan ketinggian antara kedua JPO. Hal itu pun tidak akan ramah bagi penyandang difabel.

“Saya sudah memutuskan bahwa yang satu akan kita bongkar. Alasannya adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas,” kata Pramono.

“Maka kami akan membongkar yang lama, kemudian hanya ada satu yang baru dan yang baru nanti sepenuhnya maintenance-nya kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah ada kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi 'love and hate’ tidak lagi ‘love and love’, love-nya satu aja, love satu yang baru,” lanjut dia.

Keberadaan dua JPO yang berdekatan di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan itu menuai sorotan publik. Sebab, meski dibangun berdampingan, kedua struktur jembatan tersebut tidak saling terhubung.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengungkapkan kedua JPO tersebut berada di lokasi yang berdekatan namun terpisah karena dibangun pada waktu dan fungsi yang berbeda.

JPO pertama merupakan struktur eksisting milik Pemprov DKI Jakarta yang telah lebih dahulu berdiri untuk penyeberangan umum.

"Sementara itu, JPO kedua merupakan JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta," ucapnya saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (4/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article