Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Refleksi Gerakan Nurani Bangsa untuk 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin. (IDN Times/Tata Firza)
  • Pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki dua tahun dengan visi pembangunan yang dituangkan dalam delapan asta cita.

  • Lukman Hakim Saifudin menyampaikan refleksi tentang keamanan warga, keadilan sosial, demokrasi, hukum, serta profesionalitas TNI-Polri.

  • Ia juga menekankan pentingnya etika, keteladanan, dan kepatutan bagi pejabat publik di Kabinet Merah Putih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dua tahun silam

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik. Sejak itu, mereka membawa visi-misi pembangunan yang dituangkan dalam delapan asta cita.

Senin (19/10/2026)

Lukman Hakim Saifudin menyampaikan refleksinya kepada IDN Times mengenai kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan.

21 Oktober 2026

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lukman Hakim Saifudin menyampaikan refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang mencakup enam poin tentang kehidupan masyarakat, keamanan, keadilan sosial, demokrasi, hukum, TNI-Polri, dan etika pejabat publik.
  • Who?
    Lukman Hakim Saifudin, anggota Gerakan Nurani Bangsa, menyoroti pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Where?
    Pernyataan Lukman disampaikan kepada IDN Times. Lokasi penyampaian hingga saat ini belum ada keterangan resmi.
  • When?
    Pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki dua tahun pada 21 Oktober 2026. Lukman menyampaikan keterangannya pada Senin, 19 Oktober 2026.
  • Why?
    Lukman menyampaikan refleksi untuk menyoroti perlindungan warga, keadilan sosial, demokrasi, penegakan hukum, profesionalitas aparat, dan etika pejabat publik.
  • How?
    Refleksi disampaikan melalui keterangan tertulis dan pernyataan Lukman kepada IDN Times.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintahan Prabowo dan Gibran sudah berjalan dua tahun. Lukman Hakim Saifudin dari Gerakan Nurani Bangsa memberi enam hal untuk direnungkan. Ia ingin negara menjaga warga tetap aman, hukum adil, dan pejabat bersikap baik. Sekarang, ia menyampaikan harapan tentang demokrasi, TNI, Polri, dan kehidupan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lukman menilai kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan relatif masih terjaga serta tidak mengalami kekacauan. Pandangan ini menjadi sisi positif dalam refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus menunjukkan adanya ruang untuk mempertahankan kondisi tersebut sambil memperkuat rasa aman, keadilan, demokrasi, profesionalitas aparat, dan etika pejabat publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun tepat pada 21 Oktober 2026. Sejak dilantik, dua tahun silam, Prabowo-Gibran membawa visi-misi pembangunan yang dituangkan dalam delapan asta cita.

Anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Lukman Hakim Saifudin menyoroti dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melalui refleksi bertajuk "Refleksi 2 Tahun Pemerintahan (2024-2026)". Dalam keterangan tertulisnya, Lukman turut menyampaikan enam poin refleksi mencakup kehidupan kemasyarakatan, rasa aman warga, keadilan sosial, demokrasi dan hukum, profesionalitas TNI-Polri, hingga etika pejabat publik.

Lukman mengawali refleksinya dengan mensyukuri kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang relatif masih terjaga dan tidak mengalami kekacauan.

"Mensyukuri kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yg relatif masih terjaga, tidak alami chaos," kata Lukman kepada IDN Times, Senin (19/10/2026).

1. Negara harus melindungi masyarakat dari ancaman rasa takut termasuk karhutla

Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran 2024 (commons.wikimedia.org/Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi)

Lukman berharap, negara dapat melindungi masyarakat dari ancaman rasa takut, termasuk terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengepung sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, negara juga harus menjamin kesematan warga dari tindak kekerasan dan kriminal, juga rasa aman untuk bebas berpendapat dan berserikat, harus terpenuhi.

"Negara harus hadir sebagai pelindung, bukan sumber ketidakamanan," kata dia.

Ia berharap keadilan sosial dan kemakmuran yang merata dapat diwujudkan oleh pemerintah. Negara wajib mengatasi ketimpangan sosial.

"Negara harus hadir untuk atasi ketimlangan sosial, bukan justru sebaliknya," kata Lukman.

2. Hukum tidak boleh jadi alat tukar kepentingan

Prabowo-Gibran 2024 (instagram.com/gibran_rakabuming/)

Mantan Menteri Agama itu turut menyoroti demokrasi dan penegakan hukum pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia berharap keduanya tetap berpijak pada kedaulatan rakyat.

Pemerintah dalam menyusun kebijakan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa dan tertutup hingga meniadakan partisipasi publik. Selain itu, hukum tidak boleh menjadi alat tukar kepentingan antarpenegak hukum.

"Hukum tak boleh dijadikan alat tukar kepentingan antar penegak hukum," tutur dia.

3. Singgung pentingnya etika dan keteladanan

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin berkunjung ke Kantor IDN Media HQ pada Kamis (2/6/2022). (IDN Times/Herka Yanis)

Dua tahun pemerintah Prabowo-Gibran harus menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalitas TNI dan Polri sebagai alat negara tetap dijaga sebagai fondasi demokrasi.

Menurut dia, institusi dan aparat pertahanan serta keamanan tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik praktis. "Institusi dan aparat pertahanan dan keamanan tak boleh digunakan untuk kepentingan politik praktis," kata Lukman.

Poin terakhir, Lukman menyinggung etika dan keteladanan para pejabat publik di Kabinet Merah Putih. Ia berharap pejabat publik terus mengedepankan kepekaan rasa dan akal sehat, serta menerapkan asas kepatutan dan kepantasan di tengah masyarakat.

"Pejabat publik harus gunakan kepekaan rasa dan akal sehat, serta terapkan asas kepatutan dan kepantasan di tengah masyarakat," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article