Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rocky Gerung Ngaku Bakal Tetap Kritis, Budiman Singgung soal Filsafat

4 min read
Rocky Gerung Ngaku Bakal Tetap Kritis, Budiman Singgung soal Filsafat
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko (IDN Times/Aryodamar)
  • Rocky Gerung resmi menjadi anggota Wantimpres dan menyatakan tetap bersikap kritis meski berpindah dari luar ke dalam lingkaran pemerintahan.
  • Budiman Sudjatmiko menilai Rocky dapat memperkuat kapasitas negara menguji asumsi dan titik buta kebijakan, melengkapi peran teknokrasi melalui pemikiran filosofis.
  • Rocky menyebut Wantimpres berfungsi etis dan kritis, dengan tugas memberi pertimbangan, memantau situasi politik-budaya, serta mengevaluasi arah kebijakan Presiden Prabowo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rocky Gerung kini telah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Kehadiran Rocky Gerung di lingkaran pemerintah dianggap membawa warna tersendiri.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menilai keberadaan Rocky sebagai anggota Wantimpres bukan hanya soal menambah sudut pandang dalam memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga dapat memperkuat kemampuan negara dalam memahami persoalan secara lebih mendalam.

Budiman melihat peran tersebut dari sisi kapasitas epistemik negara, yakni kemampuan untuk memahami suatu persoalan, memeriksa kembali asumsi yang digunakan, sekaligus mengenali keterbatasan cara berpikir dalam mengambil keputusan.

“Negara itu seperti organisme yang berpikir. Kualitas keputusannya bergantung pada kualitas cara ia mengetahui, yaitu bagaimana ia membingkai masalah, menguji asumsinya sendiri, dan menemukan titik buta yang tidak terlihat dari dalam,” ujar Budiman dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Tak semua masalah bisa diselesaikan lewat teknokrasi

    Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko (IDN Times/Aryodamar)
    Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko (IDN Times/Aryodamar)

    Budiman mengatakan, teknokrasi tetap memiliki posisi penting dalam proses pemerintahan. Data, metode analisis, hingga instrumen kebijakan diperlukan untuk menerjemahkan gagasan menjadi program yang dapat dijalankan.

    Namun, menurut Budiman, tidak semua persoalan dapat diselesaikan melalui perhitungan teknokratis. Ada pertanyaan mendasar mengenai cara pemerintah menentukan persoalan yang hendak diselesaikan.

    “Data tidak bisa menjawab pertanyaan seperti, ‘masalah yang sedang kita pecahkan ini sebenarnya masalah yang benar atau bukan?’ Itu wilayah pemikiran filosofis,” ucap dia.

    Dalam kesempatan itu, Budiman juga menyinggung soal filsafat yang juga bidang keahlian Rocky Gerung. Budiman menyampaikan, filsafat tidak semestinya dipahami hanya sebagai kajian abstrak yang jauh dari praktik pemerintahan. Pemikiran filosofis dapat digunakan untuk menguji dasar pemikiran yang menjadi pijakan sebuah kebijakan.

    “Filsafat menambah daya uji terhadap kerangka berpikir, dan kapasitas itu yang membuat negara tidak mudah tertipu oleh asumsinya sendiri,” katanya.

    Kehadiran pemikir kritis di dekat pusat kekuasaan, lanjut Budiman, menjadi penting karena dapat membuka ruang untuk menguji kembali cara pandang pemerintah. Dalam konteks Rocky, ia tidak melihat sosok tersebut sebagai pengganti teknokrat.

  2. 2. Rocky Gerung dianggap bisa berikan pandangan

    Rocky Gerung resmi jadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) - IDN Times/M. Ilman Nafi'an
    Rocky Gerung resmi jadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) - IDN Times/M. Ilman Nafi'an

    Budiman mengatakan, Rocky Gerung dengan kemampuannya bisa menghadirkan pandangan yang dapat mengusik kenyamanan epistemik pemerintah. Sikap kritis diperlukan agar setiap gagasan atau kebijakan tidak diterima begitu saja tanpa melalui proses pengujian.

    Meski demikian, keberadaan Rocky di Wantimpres tidak serta-merta membuat setiap keputusan pemerintah menjadi lebih baik. Posisi Wantimpres tetap memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, sedangkan keputusan akhir berada di tangan Presiden.

    “Nilainya baru terwujud kalau masukan itu benar-benar didengar dan diuji,” kata dia.

    Karena itu, Budiman menilai sikap independen Rocky justru menjadi salah satu unsur penting dari perannya sebagai penasihat Presiden. Kritik tetap diperlukan meski seorang pemikir berada dekat dengan pusat kekuasaan.

    “Beliau sendiri menegaskan tidak akan berhenti bersikap kritis, dan menurut saya justru itu yang berharga,” katanya.

    Budiman juga tidak memandang filsafat sebagai sesuatu yang harus ditempatkan berseberangan dengan teknokrasi. Kedua pendekatan tersebut, menurut dia, memiliki fungsi masing-masing dan dapat saling melengkapi dalam proses pengambilan kebijakan.

    “Filsafat tanpa instrumen eksekusi hanya jadi wacana, dan teknokrasi tanpa filsafat bisa jadi mesin yang efisien menuju arah yang keliru,” kata Budiman.

  3. 3. Rocky Gerung akan tetap radical break

    Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Watimpres di Istana Merdeka, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Watimpres di Istana Merdeka, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Usai pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026), Rocky Gerung mengaku sikapnya tidak akan berubah.

    "Ya kan cuman pindah, saya cuman pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break," ujar Rocky Gerung.

    Menurutnya, Wantimpres memiliki kedudukan etis bukan teknis. Sehingga bisa memberikan pertimbangan dan arah kebijakan yang sesuai dengan kebijakan Presiden Prabowo.

    "Tentu ada fungsi yang lebih politis, yaitu memonitor situasi politik, memonitor situasi kebudayaan. Jadi semua hal yang akan dibicarakan di dalam dewan didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota. Bukan tanggung jawab kelompok, tanggung jawab etis," ucap dia.

    Rocky mengatakan, Dewan Pertimbangan Presiden tidak menghimpun isu untuk menjawab isu pertanyaan harian. Wantimpres harus bisa berkontemplasi dan evaluasi.

    "Jadi, dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik. Semacam oversight committee, dalam perusahaan namanya oversight committee. Tapi karena ini urusan publik, maka keahlian diperlukan, ketajaman naluri harus diandalkan, dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri," kata dia.

    Rocky Gerung mengatakan, Wantimpres memiliki fungsi kritis untuk memberikan masukan kepada Presiden Prabowo.

    "Bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan tuh. Kenapa harus kritis? Karena pasti ada persepsi negatif, ada persepsi positif. Dua-duanya persepsi tuh. Karena itu tugas dewan tadi saya terangkan dengan sempurna dan kalian nggak dengar dengan sempurna, dia mengandalkan kepekaan etis dan kemampuan untuk melihat detail persoalannya di mana," ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More