Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RS Polri Ungkap Kondisi Jenazah Korban Kecelakaan KRL-KA Argo Bromo
Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono kepada wartawan di RSUD Bhayangkara pada Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)
  • RS Polri menjelaskan beberapa jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL mengalami kerusakan di bagian kepala, sehingga menyulitkan proses identifikasi.
  • Pihak rumah sakit meminta keluarga membawa data pendukung seperti ijazah atau foto terbaru untuk membantu pencocokan identitas korban yang sulit dikenali.
  • Kecelakaan bermula dari taksi listrik mogok di perlintasan Bekasi Timur yang memicu tabrakan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek; investigasi masih berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
35 menit sebelum kecelakaan utama

Sebuah taksi listrik mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan tertemper KRL PLB 5181 relasi Jakarta–Cikarang, menyebabkan jalur terhambat.

28 April 2026

RS Polri mengungkap kondisi jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono menjelaskan beberapa jenazah mengalami kerusakan kepala yang menyulitkan identifikasi.

Selasa siang

Hingga waktu tersebut, tujuh keluarga telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya kepada RS Polri.

kini

Tim gabungan Pusinafis Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres setempat mempercepat proses identifikasi antemortem dan postmortem. Investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL PLB 5568A terjadi di Stasiun Bekasi Timur, menyebabkan sejumlah korban meninggal yang kini sedang diidentifikasi oleh RS Polri.
  • Who?
    Korban merupakan penumpang KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Proses identifikasi dilakukan oleh tim RS Polri dipimpin Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono bersama Pusinafis Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres setempat.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di peron 2 Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, sementara proses identifikasi jenazah berlangsung di RSUD Bhayangkara (RS Polri), Jakarta Timur.
  • When?
    Kecelakaan terjadi pada Selasa, 28 April 2026. Hingga siang hari waktu yang sama, proses identifikasi korban masih berlangsung di RS Polri.
  • Why?
    Kecelakaan dipicu mogoknya taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera yang tertemper KRL sebelumnya, menyebabkan gangguan jalur dan tabrakan beruntun dengan KA Argo Bromo Anggrek.
  • How?
    Taksi listrik mogok menimbulkan hambatan jalur; satu KRL berhenti darurat di peron; KA Argo
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kereta cepat dan kereta listrik tabrakan di Stasiun Bekasi Timur. Banyak orang jadi korban dan dibawa ke rumah sakit polisi. Dokter bilang beberapa tubuh rusak di bagian kepala, jadi susah kenalinya. Polisi sekarang cari tahu siapa mereka dengan data dan foto keluarga. Keluarga juga bantu bawa dokumen biar cepat ketemu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tragedi kecelakaan yang memilukan, kerja cepat dan terkoordinasi antara RS Polri, Pusinafis, Polda Metro Jaya, serta Polres setempat menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan identifikasi korban berjalan transparan dan manusiawi. Upaya mendalam memadukan data medis, properti pribadi, dan ciri fisik mencerminkan dedikasi tinggi untuk memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – RSUD Bhayangkara (RS Polri) mengungkapkan kondisi jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono menjelaskan meski secara umum fisik korban relatif utuh, beberapa jenazah mengalami kerusakan pada bagian kepala yang menyulitkan pencocokan data.

“Karena ada beberapa jenazah yang kepalanya rusak,” ujar Prima kepada Media di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, pihak RS Polri kini harus melakukan pendalaman lebih lanjut melalui data medis dan properti korban.

"Ada beberapa kendala, di mana identitas tidak langsung keluar saat dicek. Kami harus masuk lebih dalam lagi, termasuk mengecek data identitas yang dibawa korban atau ciri fisik seperti tinggi badan," ujar Prima.

Hingga Selasa siang, baru tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Mengingat kondisi beberapa jenazah yang mengalami kerusakan pada bagian wajah dan kepala, pihak RS Polri mengimbau keluarga untuk membawa data pendukung yang kuat, seperti ijazah atau foto terbaru yang memperlihatkan fisik korban secara jelas.

Sementara, tim gabungan dari Pusinafis Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres setempat saat ini sedang mempercepat proses antemortem dan postmortem.

"Kami secepatnya melakukan identifikasi. Jika data sudah lengkap dan hasil rekonsiliasi selesai, jenazah akan segera kami serahkan kepada pihak keluarga," pungkas Prima.

Sebelumnya, Tragedi ini bermula dari efek domino yang dipicu oleh mogoknya sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, 35 menit sebelum kecelakaan utama terjadi. Mobil tersebut tertemper oleh KRL PLB 5181 relasi Jakarta-Cikarang, yang mengakibatkan jalur terhambat. Kondisi ini memaksa KRL PLB 5568A yang berada di belakangnya untuk berhenti darurat di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.

Nahas, KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindar dan menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti tersebut. Saat ini pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden fatal ini.

Editorial Team