Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tabrakan KRL, Puan Soroti Lemahnya Pengawasan Lintasan Sebidang

Tabrakan KRL, Puan Soroti Lemahnya Pengawasan Lintasan Sebidang
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) ingatkan mitigasi pelaksanaan haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Puan Maharani menyoroti lemahnya pengawasan perlintasan sebidang yang dinilai menjadi faktor utama rawannya kecelakaan kereta di Indonesia.
  • Ia mendesak Pemerintah dan PT KAI untuk memprioritaskan keselamatan dengan memperbaiki sistem keamanan serta menerapkan standarisasi pengamanan yang lebih ketat.
  • Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur melibatkan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek, menewaskan 14 orang serta melukai 84 lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perlintasan sebidang di jalur kereta api di Indonesia sehingga rawan menimbulkan kecelakaan.

Puan mendesak Pemerintah dan PT KAI untuk memprioritaskan kembali keselamatan dan perbaikan sistem keamanan pada jalur-jalur sebidang.

“Terutama pada perlintasan sebidang yang masih banyak kita temukan di sepanjang perlintasan kereta. Karena keamanannya sangat kurang, kecelakaan kereta seringkali terjadi dan ini harus disikapi dengan serius,” kata Puan kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Puan menilai kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek semalam memperlihatkan bahwa jalur padat metropolitan kini bekerja dalam tingkat kompleksitas yang semakin tinggi, mulai dari frekuensi perjalanan meningkat, jenis layanan berbagi lintasan yang sama, dan ruang toleransi terhadap gangguan semakin sempit.

“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan tidak cukup dilihat hanya sebagai kepatuhan prosedur operasional harian, tetapi harus hadir dalam bentuk standarisasi pengamanan yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa setiap potensi risiko sudah diantisipasi,” kata Anggota Fraksi PDIP DPR RI itu.

Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap KRL, Puan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh manajemen operasional paascakejadian ini. Hal ini terkait dengan tingkat keselamatan penggunaan transportasi kereta.

“Bahwa KRL tetap harus menjadi moda transportasi yang paling dapat dipercaya dari sisi keselamatan,” tutur Puan.

Diberitakan sebelumnya, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari. Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More