Suhu Saudi 39 Derajat, Dokter Sarankan Minum 2 Teguk Tiap 10 Menit

- Suhu di Makkah mencapai 39°C dan Madinah 38°C, membuat udara sangat panas dan kering sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.
- Kombinasi panas dan udara kering menyebabkan dehidrasi tanpa disadari, ditandai bibir kering hingga pecah-pecah yang bisa mengganggu kenyamanan ibadah.
- dr. Fathi menyarankan minum dua teguk air tiap 10 menit serta memakai pelembap bibir berbahan petroleum jelly untuk menjaga hidrasi dan mencegah luka.
Madinah, IDN Times - Cuaca panas dan udara kering di Arab Saudi menjadi tantangan kesehatan utama bagi jemaah haji Indonesia. Meski belum memasuki puncak musim panas, kondisi suhu di Tanah Suci saat ini dilaporkan jauh lebih tinggi dan lebih kering dibandingkan dengan di Tanah Air.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. M. Fathi Banna Al Faruqi, anggota Tusi PKPPJH Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Bandara. Berdasarkan pemantauannya, suhu di Kota Makkah pada siang hari sudah menembus angka 39 derajat Celcius, sementara di Madinah mencapai 38 derajat Celcius.
"Suhunya tinggi, dan karena perbedaan suhu ini (udara) lebih panas dan juga kering. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang dikhawatirkan mengganggu proses ibadah jemaah," ujar dr. Fathi.
1. Waspadai penyebab dehidrasi

Suhu panas yang dikombinasikan dengan udara kering membuat tubuh jemaah lebih cepat mengalami penguapan cairan. Menurut dr. Fathi, jemaah kerap kali tidak merasa berkeringat karena keringat yang keluar langsung menguap tersapu udara kering.
Kondisi ini memicu dehidrasi ringan yang sering kali tidak disadari. Gejala paling awal dan paling sering dijumpai pada jemaah adalah bibir kering dan pecah-pecah.
2. Bibir pecah-pecah bisa mengganggu ibadah

Jika jemaah abai dan asupan minumnya kurang, bibir pecah-pecah ini bisa berubah menjadi luka sobek yang rentan menjadi jalan masuk kuman penyebab infeksi. Selain itu, luka ini bisa memicu sariawan yang menyiksa.
"Karena bibirnya perih, akhirnya makan jadi tidak enak dan tidak nyaman. Karena makan tidak nyaman, energinya berkurang, cairannya juga kurang, jadinya makin dehidrasi. Hal sesederhana bibir pecah-pecah bisa menimbulkan efek yang mengganggu ibadah sehari-hari," paparnya memperingatkan.
3. Triknya: 2 teguk air tiap 10 menit

Guna mengantisipasi ancaman dehidrasi di cuaca ekstrem ini, dr. Fathi mewajibkan jemaah untuk selalu membawa botol minum, baik berisi air biasa maupun air Zamzam. Aturan utamanya: jangan pernah minum menunggu haus. Minumlah sebelum rasa haus itu datang.
Agar jemaah tetap terhidrasi dengan baik tanpa harus bolak-balik ke toilet —yang justru bisa merepotkan saat ibadah—dr. Fathi membagikan trik khusus.
"Minumnya adalah dua teguk setiap 10 menit. Kenapa kok dua teguk setiap 10 menit? Biar cairannya tetap cukup, tapi tidak beser. Kalau minum langsung banyak, nanti malah sering pipis dan mengganggu ibadah," jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan tambahan dari luar, dr. Fathi juga sangat menganjurkan jemaah untuk membawa dan menggunakan pelembap bibir. "Dilihat di komposisinya, cari yang ada kandungan petroleum jelly. Itu semacam minyak yang akan melapisi bibir biar tidak mudah kering," tutupnya.

















