Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sultan Kemnaker Terima Rp58 M Terkait Kasus Pemerasan K3
Eks Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Kemenaker Irvian Bobby Mahendro (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Irvian Bobby Mahendro, terdakwa kasus pemerasan sertifikat K3 di Kemnaker, mengaku menerima uang non teknis sebesar Rp58 miliar selama lima tahun.

  • Bobby menyebut dana tersebut digunakan untuk pembelian blanko sertifikasi, biaya pimpinan, serta kebutuhan insidentil organisasi di lingkungan ⁷.

  • Sebagian uang itu juga dipakai membeli 37 kendaraan mewah yang kemudian dijual kembali untuk memenuhi kebutuhan dana pimpinan dan organisasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2019

Irvian Bobby Mahendro mengaku mulai menerima uang non teknis pengurusan sertifikasi K3 sejak tahun ini, dengan total mencapai Rp58 miliar selama lima tahun.

2022 sampai 2023

Bobby membeli 37 kendaraan mewah menggunakan uang non teknis tersebut untuk kebutuhan pimpinan dan organisasi.

20 April 2026

Bobby bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjelaskan penggunaan dana Rp58 miliar serta pembelian kendaraan dari hasil pemerasan sertifikat K3.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang namanya Bobby. Dia kerja di tempat yang urus surat keselamatan kerja. Katanya dia terima uang banyak sekali, sampai lima puluh delapan miliar rupiah. Uangnya dipakai buat beli kertas surat dan juga mobil mewah, ada tiga puluh tujuh mobil. Sekarang dia cerita semua itu di pengadilan sama jaksa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikenal sebagai 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro mengaku menerima uang non teknis pengurusan sertifikasi total Rp58 miliar.

Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).

"Saudara itu menerima hampir Rp57 miliar, Rp58 miliar dalam jangka waktu 5 tahun?" tanya jaksa.

"2019,” jawab Bobby.

"Ini di BAP Saudara Rp58.497.357.000 sekian. Itu yang Saudara terima?" tanya jaksa.

"Iya Pak," jawab Bobby.

Bobby mengatakan uang miliaran itu digunakan untuk kebutuhan pembelian blanko pengurusan sertifikasi K3. Kemudian, untuk biaya pimpinan hingga kebutuhan insidentil.

"Kalau untuk blanko kok bisa sejauh ini Saudara terima? Itu yang jadi pertanyaan," ujar jaksa.

"Kebutuhan blanko itu setiap bulannya Pak rata-rata per bulan itu Rp200 juta Pak," jawab Bobby.

"Iya, ini kan sampai miliaran Saudara terima, ini kan sudah Saudara keluarkan untuk biaya pimpinan, untuk inisidentil pimpinan, ini yang hanya untuk Saudara pribadi ini?" tanya jaksa.

"Tidak Pak, itu untuk pimpinan dan organisasi," jawab Bobby.

"Semuanya masuk sini?" tanya jaksa.

"Iya, masuk situ," jawab Bobby.

Bobby mengatakan uang itu juga digunakan untuk membeli 37 kendaraan mewah. Dia mengatakan kendaraan itu akan dijual untuk mendapatkan uang cash saat ada kebutuhan pimpinan atau organisasi.

"Dan bahkan Saudara ini ada beberapa jenis yang Saudara miliki kendaraan ini, ada 37 kendaraan yang Saudara miliki dari tahun 2022 sampai 2023?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Bobby.

"Itu uangnya dari itu semua ? Dari non teknis ini?" tanya jaksa.

"Betul Pak, jadi uang non teknis itu saya belikan kendaraan dan ketika ada kebutuhan dari pimpinan kendaraan itu yang saya jual untuk mendapatkan cash-nya itu Pak, untuk diberikan ke pimpinan dan organisasi," jawab Bobby.

Editorial Team