Ilustrasi kampus atau universitas. (IDN Times/Muhammad Surya)
Untuk meningkatkan antusiasme siswa, Tim Ekspedisi Patriot ITS tak hanya membuat formulir daring. Mereka juga menyusun modul alur pendaftaran beasiswa dan menyosialisasikan sistem tersebut di dua sekolah di kawasan Ransiki, Papua Barat.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa Indonesia.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan harapan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar Tim Ekspedisi Patriot dapat melahirkan generasi muda berjiwa patriot yang siap membangun berbagai daerah.
“Program Transmigrasi Patriot mampu mendorong lahirnya generasi muda berjiwa patriot yang siap membangun berbagai daerah. Saya mengapresiasi Menteri Transmigrasi beserta jajaran yang menghadirkan program strategis bagi pembangunan nasional berkeadilan,” ujar AHY pada 17 Mei 2026.
Pesan mengenai manfaat yang berkelanjutan juga menjadi bagian dari program tersebut. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan transformasi transmigrasi tidak berhenti pada perpindahan penduduk, tetapi harus memastikan kesejahteraan tumbuh di kawasan tersebut.
“Transformasi transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan bagaimana memastikan kesejahteraan tumbuh di kawasan tersebut,” ujar Iftitah.
Dengan digitalisasi pendaftaran ADiK, siswa di Manokwari Selatan kini memiliki jalur yang lebih dekat untuk mengakses peluang pendidikan tinggi. Bagi daerah yang selama ini menghadapi kendala jarak dan rendahnya jumlah pendaftar, langkah sederhana berupa formulir digital ini diharapkan bisa membuka jalan bagi lebih banyak anak muda menuju bangku kuliah.