Jakarta, IDN Times - Sudah berbulan-bulan anak-anak di SDK Ogolau, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, belum mendapat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski sekolah lain yang masih berada di desa yang sama telah mendapat program tersebut. Melihat kondisi itu, guru bernama Riska Andriani memilih membuat makanan sendiri untuk muridnya melalui program “Masakan Bu Guru”.
Bagi Riska, “Masakan Bu Guru” awalnya bukan program yang dirancang sejak awal. Semuanya bermula dari kegelisahan sederhana ketika dia melihat anak-anak datang ke sekolah tanpa bekal dan uang untuk membeli jajanan.
Dari sana, bantuan kecil yang awalnya berasal dari gaji sertifikasi Riska berkembang menjadi donasi dari teman-temannya di media sosial. Sekarang, sekitar 40 porsi makanan dapat disiapkan dalam satu kegiatan.
"Sejak awal Mei. Itu bukan MBG yah kak, karena di sekolah kami tidak pernah mendapat program tersebut. Saat itu saya melihat kondisi anak-anak di sekolah tanpa jajan dan bekal dari rumah. Ada satu dua anak yang bawa bekal tapi itu hanya bawa nasi dan lauk ikan kering seadanya. Saya dapat cerita kalau di antara mereka ada yang hidup kekurangan, bahkan dalam segi makanan di rumahnya," kata Riska bercerita pada IDN Times, Senin (24/8/2026).
