Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Selidiki Penggunaan Formaldehida untuk Awetkan Sawi Putih

China Selidiki Penggunaan Formaldehida untuk Awetkan Sawi Putih
Ilustrasi sawi putih. (unsplash.com/Meizhi Lang)
  • Pemerintah China menggelar penyelidikan nasional dan inspeksi pasar setelah video memperlihatkan sawi putih disemprot formaldehida untuk menjaga kesegaran selama pengangkutan.
  • Otoritas Kangbao, Hebei, mengonfirmasi video tersebut, menahan pelaku, menyita kendaraan, serta melacak distribusi sawi putih tercemar agar tak masuk pasar domestik dan internasional.
  • China, produsen sawi putih terbesar dunia, melarang formaldehida pada pangan; kasus ini mengancam kepercayaan konsumen, reputasi produk lokal, dan pasokan ekspor ke negara tetangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China meluncurkan penyelidikan nasional dan inspeksi mendadak ke pasar-pasar pertanian, menyusul beredarnya video penyemprotan larutan formaldehida pada sawi putih. Praktik ilegal yang bertujuan menjaga kesegaran sayur selama proses pengangkutan ini memicu kekhawatiran publik atas keamanan pangan produk hortikultura China.

Menurut CCTV News pada Minggu (23/8/2026), tindakan cepat diambil oleh kantor komisi keamanan pangan Dewan Negara, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, dan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar.

Lembaga-lembaga tersebut menginstruksikan otoritas daerah untuk melakukan penyelidikan, menangani insiden tersebut secara ketat dan cepat sesuai dengan hukum, melacak distribusi sawi putih yang terkontaminasi, serta mencegah sayuran bermasalah memasuki pasar nasional maupun internasional.

  1. 1. Otoritas China perketat pengawasan dan penyelidikan

    Ilustrasi pasar tradisional di China. (pexels.com/Da Na)
    Ilustrasi pasar tradisional di China. (pexels.com/Da Na)

    Dilansir Global Times, kasus ini mencuat setelah seorang blogger lingkungan mengunggah rekaman video pada 22 Agustus 2026 yang memperlihatkan para pedagang grosir di Kabupaten Kangbao, Provinsi Hebei, mencelupkan dan menyemprot sawi putih dengan larutan formaldehida sebelum dimuat ke dalam truk.

    Otoritas Kabupaten Kangbao mengonfirmasi kebenaran video tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak bersama pihak kepolisian dan regulator pasar. Kepolisian setempat telah menahan para pelaku serta menyita kendaraan yang terlibat untuk proses hukum lebih lanjut.

    Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di rantai pasok sayuran yang mudah rusak, guna memulihkan kepercayaan konsumen dalam dan luar negeri.

    Sebagai upaya mencegah kepanikan publik, pengelola Pasar Xinfadi di Beijing, salah satu pusat distribusi hasil pertanian segar terbesar di ibu kota, segera melakukan penelusuran mandiri dan memastikan tidak ada sawi putih tercemar yang masuk ke jaringan pasokan mereka.

  2. 2. China adalah penghasil sawi putih terbesar di dunia

    Ilustrasi bendera China. (unsplash.com/CARLOS DE SOUZA)
    Ilustrasi bendera China. (unsplash.com/CARLOS DE SOUZA)

    China merupakan produsen sawi putih terbesar di dunia. Negara tersebut memproduksi lebih dari 30 juta ton per tahun atau hampir setengah dari produksi global. Sebagian besar pasokan sawi putih China diekspor ke negara tetangga seperti Vietnam, Korea Selatan, dan Rusia. Alhasil, penyelidikan tersebut berpotensi menjadi perhatian serius terutama bagi pasar sayuran di kawasan Asia.

    Dalam komentar yang diterbitkan oleh People's Daily, para pedagang grosir yang menggunakan formaldehida hanya mengutamakan kepentingan ekonomi mereka sendiri dengan mengabaikan kehidupan dan kesehatan konsumen.

    "Insiden ini merusak reputasi baik produk pertanian lokal dan menyebabkan kerugian yang tidak disengaja bagi petani lokal yang mematuhi peraturan," tulis People's Daily.

  3. 3. China melarang penggunaan formaldehida pada pangan

    Ilustrasi sayur-sayuran. (pexels.com/Natalia S)
    Ilustrasi sayur-sayuran. (pexels.com/Natalia S)

    Formaldehida merupakan zat kimia tak berwarna yang umumnya digunakan sebagai pengawet spesimen biologis dan diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1.

    China secara ketat melarang penggunaan bahan ini untuk ditambahkan atau digunakan. Undang-Undang Keamanan Pangan serta Kualitas dan Keamanan Produk Pertanian menetapkan bahwa penggunaan zat pengawet kesegaran, bahan pengawet, dan zat lain dalam proses pengemasan, pengawetan, penyimpanan, dan pengangkutan produk pertanian harus mematuhi standar keamanan pangan nasional.

    Meskipun American Cancer Society mencatat bahwa bahaya konsumsi formaldehida dalam dosis kecil pada makanan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tetapi paparan bahan kimia ini dalam kadar tinggi telah terbukti menyebabkan berbagai jenis kanker pada manusia, BBC melaporkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More