Berdasarkan data yang dibacakan per Senin (24/8/2026), sudah ada 6.409 gempa susulan. Gempa susulan terbesar memiliki kekuatan Magnitudo 6,2.
TOP 5: Gempa Susulan NTT Diprediksi Sampai Sebulan-Sanksi Terkait Karhutla

- BMKG memperkirakan gempa susulan di NTT berlangsung hingga tiga sampai empat minggu atau sekitar sebulan; per 24 Agustus 2026 tercatat 6.409 susulan, terbesar bermagnitudo 6,2.
- BNPB mencatat Kalimantan Barat memiliki 1.836 titik panas, terbanyak di Kalimantan, dengan indikasi lahan terbakar lebih dari 38.310 hektare.
- Kemenhut menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan terkait karhutla pada area kelolaan seluas total 1.511,55 hektare di Kalbar, Kalteng, dan Kaltim.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tiga hingga empat minggu atas sekitar satu bulan ke depan. Adapun jumlah gempa susulan yang terjadi sejak gempa utama pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berdasarkan data yang dibacakan per Senin (24/8/2026), sudah 6.409 kali.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi wilayah dengan titik panas atau hotspot terbanyak dalam perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Tercatat sebanyak 1.836 titik hotspot ditemukan di wilayah tersebut.
Dua berita di atas ditayangkan pada Selasa (25/8/2026) bersama berita-berita menarik lainnya di kanal News IDN Times. Untuk mengetahui selengkapnya, berikut disajikan dalam Top 5 News IDN Times.
1. BMKG Prediksi Gempa Susulan NTT Masih Terjadi hingga 1 Bulan ke Depan
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tiga hingga empat minggu atas sekitar satu bulan ke depan. Jumlah gempa susulan yang terjadi sejak gempa utama pada Sabtu, 15 Agustus 2026 masih terus meningkat.
2. Data Karhutla Kalimantan, Api Terbanyak di Kalbar 1.836 Titik
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi wilayah dengan titik panas atau hotspot terbanyak dalam perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Tercatat sebanyak 1.836 titik hotspot ditemukan di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah titik panas di Kalbar juga disertai indikasi lahan terbakar seluas lebih dari 38.310 hektare.
3. Singapura Tambah Cuti Orang Tua, Bantuan Anak Hingga Rp976 Juta
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan sejumlah perubahan kebijakan untuk memberikan dukungan lebih besar kepada keluarga, mulai dari cuti pengasuhan anak hingga bantuan finansial dan biaya prasekolah. Ia mengatakan pemerintah ingin mengubah pendekatan dukungan keluarga agar tidak hanya fokus pada masa kelahiran anak.
Wong mengatakan, dukungan akan diberikan secara lebih konsisten sepanjang perjalanan orang tua membesarkan anak. Sejumlah perubahan juga mencakup bantuan perumahan bagi keluarga dengan anak.
4. Tes Urine Positif Pakai Narkoba, Revaldo Fifaldi Jadi Tersangka
Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menetapkan artis Revaldo Fifaldi sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Penetapan tersangka dilakukan setelah hasil tes urine aktor Film Serigala Terakhir itu dinyatakan positif mengandung zat narkotika.
5. Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, Izin Usaha Dibekukan
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada areal yang mereka kelola dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Sebanyak perusahaan dikenai sanksi Paksaan Pemerintah, mereka adalah PT WEL, PT FI, dan PT WSP di Kalimantan Barat, PT NES di Kalimantan Tengah, serta PT PSR di Kalimantan Timur.


















