Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tangani Karhutla Papua, BMKG-BNPB Pantau Asap Putih dan Perkuat OMC
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok. BNPB)
  • BNPB dan BMKG memantau karhutla di Merauke dari udara; asap dan titik api masih terlihat, termasuk di sekitar konsesi sawit swasta dengan konsentrasi titik api tinggi.

  • BNPB memakai drone serta pemantauan digital untuk melacak titik api dan status lahan, sambil mengingatkan masyarakat dan pemilik kebun agar tidak membuka lahan dengan pembakaran.

  • BMKG memperkuat penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca 22 Oktober–5 November 2026; hingga 31 Oktober, 13 sorti penyemaian awan memakai 13.000 kilogram NaCl telah dilakukan.

  • BNPB dan BMKG memantau karhutla dari udara di Merauke, menemukan asap serta titik api, termasuk di sekitar konsesi sawit swasta dengan konsentrasi titik api tinggi.

  • BNPB memakai drone dan sistem digital untuk mengidentifikasi koordinat serta status lahan terbakar, lalu mengoordinasikan tindak lanjut bersama pemerintah daerah, BPBD, dan TNI-Polri.

  • BMKG memperkuat penanganan melalui OMC hingga 5 November 2026; 13 sorti telah menyemai 13.000 kilogram NaCl, disertai prakiraan cuaca untuk antisipasi titik api.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tiga hari terakhir

Pemantauan mengidentifikasi salah satu konsesi perkebunan kelapa sawit di Merauke memiliki konsentrasi titik api tertinggi.

22 Oktober hingga 5 November 2026

Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung penanganan darurat karhutla di Papua Selatan dijadwalkan berlangsung.

31 Oktober 2026

Kepala BNPB dan Kepala BMKG memantau kebakaran di Merauke dari udara. Mereka melihat kepulan asap dan sejumlah titik api, termasuk di sekitar lahan konsesi sawit swasta. Hingga hari ini, OMC telah melakukan 13 sorti penyemaian awan dengan 13.000 kilogram NaCl.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BNPB dan BMKG memantau kebakaran hutan dan lahan di Merauke serta memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca. Asap putih dan titik api masih terlihat di sejumlah lokasi, termasuk sekitar konsesi sawit swasta.
  • Who?
    Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, petugas lapangan, masyarakat, dan pemilik perkebunan terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Pemantauan dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kepulan asap terpantau di sekitar kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit milik swasta.
  • When?
    Pantauan udara berlangsung Sabtu, 31 Oktober 2026. Operasi Modifikasi Cuaca dijadwalkan berjalan dari 22 Oktober hingga 5 November 2026.
  • Why?
    Penanganan diperkuat karena masih terdapat asap dan titik api, dengan salah satu konsesi sawit teridentifikasi memiliki konsentrasi titik api tertinggi selama tiga hari pemantauan.
  • How?
    Pemantauan dilakukan dengan helikopter Caracal, drone, dan sistem digital. OMC menggunakan pesawat Cessna Caravan telah menjalankan 13 sorti penyemaian awan dengan 13.000 kilogram NaCl hingga 31 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Merauke, Papua Selatan, masih ada api dan asap putih dari kebakaran lahan. Pak Kristomei dari BNPB dan orang BMKG melihatnya dari helikopter. Banyak asap terlihat dekat kebun sawit. Mereka mengingatkan orang jangan membakar lahan. Sekarang petugas memakai drone dan membuat hujan buatan agar api tidak makin besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan karhutla di Papua Selatan menunjukkan respons yang semakin terarah melalui pemantauan udara, teknologi drone, dan koordinasi lintas lembaga. Data titik api serta prakiraan cuaca yang rinci memberi petugas dasar untuk bertindak lebih cepat, sementara OMC dirancang secara terukur guna membantu pembasahan lahan tanpa mengabaikan risiko lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, DIN Times - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pantauan udara, menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Darat untuk memantau perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke, Sabtu (31/10/2026).

Dalam peninjauan itu, Kepala BNPB melihat secara langsung sejumlah kepulan asap yang masih membumbung tinggi dari beberapa lokasi. Di samping itu, pada beberapa titik, api masih terlihat dari udara. Kondisi ini menunjukkan penanganan karhutla di wilayah Papua Selatan masih membutuhkan perhatian, dan upaya pengendalian secara intensif.

Kristomei menyatakan terdapat sejumlah lokasi dengan aktivitas kebakaran. Ia juga melihat indikasi pembukaan lahan dengan cara dibakar yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya masyarakat dan pemilik perkebunan.

“Memang tadi kita masih lihat beberapa daerah yang terlihat asapnya dan bahkan ada titik apinya,” ungkap Kristomei, dalam keterangan tertulis.

1. Kepulauan asap berada di sekitar kawasan lahan sawit milik swasta di Merauke

Ilustrasi lahan sawit (Foto: IDN Times)

Berdasarkan peninjuan udara, beberapa kepulan asap itu terlihat berada di sekitar kawasan lahan konsesi perkebunan kelapa sawit milik swasta. Temuan visual ini pun menjadi perhatian dalam upaya memperkuat pengawasan dan memastikan lokasi-lokasi yang terindikasi terbakar segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

"Sebelumnya, dalam paparan di posko penanganan karhutla bersama jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, Kepala BNPB menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan selama tiga hari terakhir, salah satu wilayah konsesi perkebunan kelapa sawit di Merauke teridentifikasi memiliki konsentrasi titik api paling tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus dalam pengawasan dan penanganan karhutla di Merauke," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam pernyataan resmi yang sama.

Upaya pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi langsung terhadap perkembangan karhutla sekaligus memastikan langkah penanganan yang telah dilakukan berjalan sesuai kebutuhan.

Nantinya, hasil pemantauan dari udara tersebut menjadi bahan koordinasi bagi BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, serta unsur TNI-Polri dalam menentukan langkah penanganan

BNPB memaksimalkan pemanfaatan teknologi drone dan sistem pemantauan digital untuk mengidentifikasi koordinat titik api. Selain itu, dengan memanfaatkan sistem ini juga dapat mengetahui lokasi dan status penguasaan lahan. Kemudian, informasi mengenai kemunculan titik api dapat segera diteruskan kepada petugas kewilayahan untuk dilakukan pengecekan dan penanganan.

2. Kristomei ingatkan masyarakat maupun pemilik kebun untuk tidak membuka lahan dengan pembakaran

Kebakaran lahan Perhutani di Sukabumi (IDN Times/dok BPBD)

Kristomei mengingatkan masyarakat maupun pemilik perkebunan agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan.

Pembakaran tersebut tidak hanya berpotensi memicu dan memperluas kebakaran, tetapi juga dapat menimbulkan dampak kesehatan akibat paparan asap, terutama gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Ada beberapa lahan yang pembukaan lahannya dengan cara dibakar. Nah, ini yang perlu kita ingatkan kepada masyarakat dan pemilik perkebunan supaya tidak membakar, karena bisa berdampak kepada kesehatan seperti ISPA. Selain itu, karena pengaruh angin, api juga bisa meluas,” ucap Kristomei.

3. BMKG memperkuat penanganan karhutla di Papua Selatan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

Selain pemantauan udara, upaya penanganan karhutla di Papua Selatan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan bersama BMKG.

Dalam hal ini, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan, pelaksanaan OMC harus dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi atmosfer dan potensi curah hujan di wilayah sasaran. Hujan yang diupayakan diharapkan cukup untuk membantu pembasahan lahan, namun tidak berlebihan hingga memicu risiko bencana hidrometeorologi lainnya.

"BMKG juga akan terus menyuplai informasi prakiraan cuaca serta peta wilayah yang berpotensi mengalami kemunculan titik api baru. Informasi tersebut mencakup prakiraan hujan untuk tiga hingga sepuluh hari ke depan dengan perincian hingga tingkat kecamatan. Dukungan data ini diharapkan membantu pemerintah daerah dan petugas di lapangan melakukan langkah antisipasi, pencegahan, serta penanganan lebih dini," sambung Berton.

4. Realisasi OMC dengan menyemai 13.000 kilogram NaCl

Pelepasan armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, Jumat (16/10/2026). (Dok: Diskominfo Sumut)

Dalam pelaksanaannya, Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung penanganan darurat karhutla di Papua Selatan dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober hingga 5 November 2026.

Sebelumnya, operasi ini telah dilakukan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-SCG. Hingga Sabtu (31/10/2026) sebanyak kali 13 sorti penyemaian awan telah dilakukan dengan total penggunaan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 13.000 kilogram.

Dengan kolaborasi antara BNPB, BMKG, TNI-Polri, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah, upaya penanganan karhutla di Papua Selatan terus diperkuat. Pemantauan dari udara, identifikasi titik api berbasis teknologi, dukungan informasi cuaca, serta percepatan respons di lapangan menjadi langkah penting untuk menekan kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.

BNPB turut mengimbau masyarakat dan seluruh pihak yang memiliki aktivitas di kawasan rawan karhutla untuk bersama-sama mencegah pembakaran lahan. Upaya pemadaman harus berjalan beriringan dengan pencegahan agar kemunculan titik api baru dapat dihindari dan penanganan karhutla di Papua Selatan berjalan lebih efektif.

Editorial Team

Related Article