Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mencatat, sebanyak 387 orang menjadi korban dalam rangkaian aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Korban tersebut terdiri dari ratusan orang yang ditangkap, mengalami luka-luka, hingga satu orang meninggal dunia.
Tim Advokasi untuk Demokrasi melalui Aktivis KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, berdasarkan pemantauan TAUD, dari 387 korban tersebut, sebanyak 65 orang ditangkap sebelum aksi dan 322 orang ditangkap saat aksi berlangsung. Selain itu, 22 orang mengalami luka-luka dan satu orang lansia, Bambang Setiyawan (59), meninggal dunia.
Tingginya angka penangkapan tersebut juga diikuti temuan dugaan penghilangan orang secara paksa dalam jangka waktu singkat atau short-term enforced disappearances.
"Temuan tersebut semakin mengkhawatirkan dengan adanya 11 orang yang dilaporkan hilang oleh teman, kerabat, atau keluarganya selama lebih dari 1×24 jam dalam rangkaian aksi," ucap Dimas di Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026)
