Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Dok. BNPB)
Satelit NASA NOAA20 mencatat ada 46 titik panas atau hotspot pada 2 Agustus 2026, dan meningkat menjadi 104 titik panas pada 3 Agustus 2026.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam rapat internal dengan para unsur pengarah, pejabat eselon I, dan eselon II BNPB di Jakarta mengatakan, OMC merupakan salah satu upaya untuk mendukung penanggulangan karhutla pada 6 provinsi prioritas di Indonesia, karena memiliki lahan gambut yang luas dan sangat sulit dipadamkan apabila terjadi kebakaran yang cukup masif, termasuk salah satunya di Sumsel.
“Pada tanggal 28 Juli 2026, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, termasuk kami, BNPB, yang diundang dalam rapat tersebut. Dalam rapat tersebut, kepala negara menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah-langkah strategis menghadapi potensi dampak musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino, dengan fokus utama pada upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan serta lahan,” ujarnya.
“Arahan Presiden salah satunya untuk tetap melaksanakan OMC di 6 provinsi prioritas tersebut. Menindaklanjuti arahan Presiden, BNPB kembali menggelar OMC di Sumatra Selatan, tentunya dengan pertimbangan masih ada cukup awan yang disemai sesuai dengan rekomendasi BMKG”, lanjutnya.