TNI AD Bangun 35 Jembatan Bailey di Aceh untuk Percepat Pemulihan Akses

- TNI AD membangun 35 jembatan Bailey di Aceh untuk memulihkan akses transportasi dan ekonomi pascabencana banjir serta longsor.
- Pembangunan dilakukan di berbagai kabupaten terdampak seperti Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Nagan Raya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Singkil, dan Aceh Tamiang.
- TNI AD juga mengerahkan satuan Zeni guna membuka jalan tertutup longsor, menormalisasi sungai, dan memperbaiki fasilitas umum bersama pemerintah daerah.
Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Darat (TNI AD) membangun 35 unit jembatan Bailey di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Pembangunan ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mempercepat pemulihan akses masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Program tersebut menjadi bagian dari pembangunan jembatan yang dilakukan TNI AD di berbagai daerah di Indonesia. Hingga saat ini, total 218 jembatan telah berhasil dibangun sebagai upaya mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak.
1. Untuk cepat memulihkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi

Pembangunan 35 jembatan Bailey di Aceh merupakan bagian dari program nasional pembangunan jembatan oleh TNI AD. Program ini bertujuan memperbaiki infrastruktur yang rusak sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak bencana.
“Pembangunan jembatan ini merupakan komitmen TNI AD untuk membantu masyarakat agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas ekonomi dapat pulih dengan cepat,” ujar Maruli.
2. Dibangun di berbagai wilayah terdampak di Aceh

Sebanyak 35 jembatan Bailey dibangun di sejumlah kabupaten di Aceh yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat banjir dan tanah longsor.
Di Kabupaten Bireuen, jembatan dibangun di Teupin Mane, Teupin Redeup, Cot Jeumpa, Matang Bangka, Kuta Blang, dan Laut Jangka. Sementara di Kabupaten Aceh Utara pembangunan dilakukan di Panton Nisam, Buket Dara, Matang Serdang, Alue Leuhop, Teupin Reseup, Bluka Teubai, Kubu, dan Brigif.
Pembangunan juga dilakukan di Baroh Bogeng dan Seunebok (Aceh Timur), Beutong Ateuh (Nagan Raya), serta sejumlah titik di Kabupaten Bener Meriah seperti Timang Gajah, Jamur Ujung, Wehni Rongka, Bener Kelipah, Uning Baro, Bener Pepanyi, Rembele, dan Jalur Pacuan Kuda.
Sementara di Kabupaten Aceh Tengah jembatan dibangun di Krueng Pelang dan PLTA Angkup, di Kabupaten Aceh Singkil di Telaga Barat dan Lae Sipola, serta di Kabupaten Aceh Tamiang di Bandar Baru.
3. TNI AD bantu pemulihan akses dan fasilitas umum

Selain membangun jembatan, TNI AD juga mengerahkan satuan Zeni untuk membantu pemulihan berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Personel TNI turut membuka akses jalan yang tertutup longsor, melakukan normalisasi sungai, serta membantu perbaikan fasilitas umum di wilayah terdampak.
Maruli menegaskan, TNI AD akan terus hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta memastikan konektivitas antarwilayah dapat kembali berjalan dengan baik

















