Momen Selvi Gibran Hadiri HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana

- Ibu Wapres RI Selvi Gibran menghadiri pembukaan HUT ke-80 Persit KCK bertema 'Persit Bisa', menegaskan peran perempuan Persit yang adaptif, produktif, dan berkontribusi bagi keluarga besar TNI AD.
- Persit KCK menggalang dana Rp7,59 miliar untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra serta menyalurkan bantuan pendidikan dan santunan bagi anak yatim dan warakawuri melalui Yayasan Kartika Asih.
- Acara dimeriahkan fashion show 'Sulam Peniti Padang' bertajuk 'Simpulan Harmoni' yang menampilkan kain tradisional Indonesia sebagai wujud kreativitas, kekompakan, dan pelestarian budaya anggota Persit.
Jakarta, IDN Times - Suasana hangat, meriah, dan sarat nuansa budaya mewarnai pembukaan kegiatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Expo Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Ajang ini mengusung tema "Persit Bisa".
Kartika Chandra Kirana menjadi momentum penting bagi Persit Kartika Chandra Kirana. Momen ini untuk meneguhkan perannya sebagai organisasi perempuan yang aktif, produktif, adaptif, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi keluarga besar TNI AD.
1. Arti tema "Persit Bisa"

Dalam keterangannya, Ketua Umum Persit KCK menyampaikan tema "Sulam Peniti" menjadi ajakan bagi seluruh anggota Persit untuk terus meningkatkan kualitas diri. Ajang ini juga dihadiri Ibu Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming Raka.
"Persit bukan hanya mendampingi prajurit dalam kehidupan keluarga, tetapi juga menjadi kekuatan moral yang ikut menjaga semangat pengabdian. Dengan tema ‘Persit Bisa’, kami ingin menegaskan bahwa perempuan Persit mampu beradaptasi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama," kata Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak dalam keterangannya.
"Acara ini memberi semangat baru bagi kami. Persit bisa menjadi tempat untuk belajar, berkarya, dan saling menguatkan," ujarnya.
2. Galang dana untuk bencana Aceh-Sumatra

Persit KCK juga berperan aktif dalam berbagai bidang diantaranya bidang sosial. Adapun penggalangan dana untuk korban bencana alam berhasil dikumpulkan dalam jumlah yang signifikan.
Beberapa waktu lalu, tepatnya 4-6 desember 2025 perolehan dana berhasil terkumpul sebesar Rp7.594.536.755.Ini sebagai bentuk empati dan
solidaritas, yang akan disalurkan kepada para korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Yayasan Kartika Asih di bawah naungan Persit Kartika Chandra Kirana, juga kembali meneguhkan komitmen kepedulian sosialnya melalui penyaluran dana bantuan dan santunan yang ditujukan khusus kepada anak yatim serta para warakawuri (istri purnawirawan/ prajurit yang telah gugur.
Program santunan kali ini difokuskan kepada pemberian dukungan finansial dan kebutuhan pokok guna meringankan beban ekonomi keluarga. Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan dana pendidikan sebesar Rp2.937.950.000 kepada 8.229 putra dan putri dari kalangan tamtama, bintara, PNS Gol I dan II serta pemberian tali asih kepada 1.687 warakawuri senilai Rp4.581.000.000.
3. Dimeriahkan fashion show Sulam Peniti Padang

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan fashion show Sulam Peniti Padang dari Persit Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol melalui koleksi bertajuk "Simpulan Harmoni". Peragaan busana tersebut menampilkan keindahan kain tradisional Indonesia, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreativitas, kekompakan, dan pemberdayaan keterampilan anggota Persit.
Pembukaan HUT ke-80 Persit turut menghadirkan kekayaan budaya Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa. Nuansa budaya terasa sejak awal kegiatan, memperlihatkan Persit tidak hanya menjadi organisasi pendamping prajurit, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga, mengenalkan, dan membanggakan warisan budaya tanah air.

















