Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dirangkul Bakom, Homeless Media Pastikan Tak Ada Deal-Deal Khusus

Dirangkul Bakom, Homeless Media Pastikan Tak Ada Deal-Deal Khusus
Ilustrasi media sosial. (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya Sih
  • Pertemuan Bakom dengan sejumlah new media membahas tantangan dan definisi homeless media tanpa adanya kesepakatan atau arahan editorial, menegaskan independensi masing-masing platform.

  • Wahyu Aji dari komite INMF menegaskan daftar media yang beredar bukan anggota resmi forum tersebut, serta menyoroti komitmen INMF menjaga transparansi dan independensi dalam ekosistem digital.

  • Kepala Bakom Muhammad Qodari menyatakan pihaknya merangkul new media untuk memperluas penyebaran informasi program pemerintah melalui kanal digital tanpa membenturkan dengan media konvensional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan merangkul homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) untuk menyampaikan suara pemerintah. Salah satu Komite INMF, Wahyu Aji founder Good News From Indonesia (GNFI), menegaskan tidak ada deal-deal khusus dalam pertemuan dengan Bakom.

Menurut Aji, selain GNFI, hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari Indozone, Infipop, Big Alpha, NalarTV, dan GoodStats. Keenam homeless media (new media) yang hadir ini kebetulan memiliki tim peliput meski tidak sebesar media mainstream. Dalam pertemuan pada Selasa, 5 Mei 2026, kata Aji, Qodari banyak berdiskusi tentang definisi homeless media dan tantangannya. Diskusi yang sama juga dilakukan INMF dengan beberapa organisasi media seperti Asosiasi Media Siber Indonesia, bahkan Dewan Pers.

"Diskusi lalu berkembang, kami kemudian bertanya terkait misal gosip yang menjadi konsumsi audiens, bagaimana respons Bakom? Jadi nggak ada deal-dealan, kita tetap independen," kata Aji kepada IDN Times. Hanya saja karena selama ini akses homeless media untuk mendapatkan informasi langsung dari sumbernya terkendala, Bakom kemudian mempersilakan homeless media yang memiliki tim untuk meliput langsung kegiatan atau konperensi pers yang diadakan Bakom.

"Jadi terkait pemberitaan yang beredar, kami (INMF) menegaskan bahwa tidak terdapat komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Beberapa pengelola new media yang menghadiri pertemuan dengan Bakom mewakili media masing-masing, bukan secara resmi mengatasnamakan INMF," ujar Aji dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Aji menerangkan, pertemuan dengan Bakom membicarakan mengenai semakin maraknya kemunculan homeless media. Salah satunya, membahas mengenai tantangan produksi informasi yang dihadapi homeless media.

"Sehingga sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, bentuk koordinasi media, maupun kerja sama formal dalam bentuk apapun," ucap dia.

1. Daftar media yang beredar bukan anggota INMF

 (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi media sosial yang digunakan anak muda. (IDN Times/Aditya Pratama)

Aji mengatakan daftar nama media yang beredar juga bukan merupakan anggota INMF. Menurutnya, itu hanya sebatas pemetaan ekosistem industri dan media sosial.

"Daftar media yang beredar di publik bukan merupakan daftar anggota INMF, melainkan pemetaan ekosistem industri dan media sosial yang sempat digunakan dalam proses diskusi internal. INMF saat ini tengah memperkuat tata kelola internal sebagai bagian dari komitmen kami untuk hadir sebagai forum yang akuntabel dan transparan. Dalam proses tersebut, INMF belum membuka keanggotaan formal maupun menjalin kemitraan resmi dengan pihak manapun," kata dia.

"Bagi kami, independensi dan relevan dengan kepentingan publik adalah aset utama new media. Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem informasi yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung etika, transparansi, serta menjaga ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab," dia menambahkan.

2. Awal mula INMF muncul

ilustrasi media sosial (unsplash.com/Swello)
ilustrasi media sosial (unsplash.com/Swello)

Dalam kesempatan itu, Aji juga menerangkan mengenai awal mula adanya INMF. Organisasi tersebut digagas pada Juli 2025 sebagai inisiasi sejumlah pegiat media sosial untuk membahas perkembangan ekosistem media digital di Indonesia.

Aji kembali menegaskan, INMF juga mendorong terciptanya ekosistem new media yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan.

"Sejak awal pembentukannya, INMF aktif berdialog dengan berbagai pihak lintas ekosistem, mulai dari media massa, akademisi, tokoh publik, institusi swasta, pemerintah, hingga komunitas. Pertemuan dengan Bakom merupakan salah satu bagian dari ruang dialog tersebut, yang bertujuan untuk saling bertukar perspektif terkait dinamika media digital di Indonesia," kata dia.

3. Pernyataan Qodari

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya, Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari mengaku merangkul dengan homeless media untuk ikut menyebarkan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, homeless itu tergabung dalam New Media Forum.

"Kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia. Mas Ipul, New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari di kantor Bakom Pemerintah, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.

"Di antaranya saya bacakan, ada Folkactive, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, ini cocok buat kita ini Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers ini kayaknya cocok untuk Pak Budi ini kayaknya, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan mature Indonesia," sambungnya.

Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata Qodari, perlu disampaikan melalui berbagai media.

Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata Qodari, perlu disampaikan melalui berbagai media.

Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media," ucap dia.

"Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut, homeless media harus dirangkul untuk menyebarkan beberapa isu. Dia mengatakan, media massa yang terverifikasi Dewan Pers dan homeless media jangan saling dibenturkan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Umi Kalsum
EditorUmi Kalsum
Follow Us

Related Articles

See More