Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI: Evakuasi Korban Penembakan di Yahukimo Papua Sempat Diganggu OPM
Warga sipil yang dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin, 20 Juli 2026. (Dok. Koops TNI Habema)

Jakarta, IDN Times - Koops TNI Habema menyatakan berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang diduga menjadi korban aksi kekerasan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI/Yahukimo di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 23 Juli 2026. Evakuasi sempat diwarnai kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar lokasi.

"Koops TNI Habema meyakini bahwa setiap nyawa warga Papua sangat berharga. Karena itu, perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (25/7/2026).

1. Evakuasi berlangsung di tengah situasi rawan

Warga sipil yang dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin, 20 Juli 2026. (Dok. Koops TNI Habema)

Koops TNI Habema menyebut operasi melibatkan personel evakuasi dan pengamanan. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan medan pegunungan, cuaca, debit sungai, serta situasi keamanan di lokasi.

Saat tim bergerak menuju lokasi, keberadaan kelompok yang disebut sebagai OPM terdeteksi, sehingga terjadi kontak tembak. Setelah situasi dinyatakan aman, dua jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

2. Satu korban masih dalam pencarian

Prajurit TNI ketika menyemayamkan jenazah warga sipil perempuan berusia 12-15 tahun usai kena serangan Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dok. TNI)

Koops TNI Habema menyatakan seorang perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Berdasarkan laporan lapangan yang disampaikan Koops TNI Habema, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas, sementara seluruh personel TNI disebut tidak ada yang menjadi korban.

3. TNI sampaikan belasungkawa

Kelompok TPNPB-OPM yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan pilot asal Amerika Serikat. (Dok. TPNPB-OPM)

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, dan menegaskan perlindungan terhadap warga akan terus menjadi prioritas.

"Kehilangan orang-orang tercinta akibat tindak kekerasan merupakan luka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai," tulis pernyataan Koops TNI Habema.

Curated For You

Editorial Team

Related Article