TOP 5: 4 TNI Pelaku Penyiraman Air Keras hingga PMI Akan Kirim Obat ke Iran

- Empat anggota BAIS TNI dari matra AU dan AL ditetapkan sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menurut keterangan resmi Mabes TNI.
- Mahkamah Agung menolak kasasi Google LLC terkait kasus Play Billing System, sehingga denda Rp202,5 miliar dari KPPU tetap harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut.
- Kemenhaj RI memastikan lebih dari 28 ribu jemaah umrah Indonesia berhasil dipulangkan di tengah konflik Timur Tengah, sementara PMI menyiapkan bantuan obat untuk korban di Iran.
Jakarta, IDN Times - Berbagai berita menarik tayang di kanal News IDN Times pada Rabu (18/3/2026). Salah satunya berita terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Berita lainnya yakni Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan Google LLC dalam perkara penerapan Google Play Billing System pada layanan distribusi aplikasi digital melalui Google Play Store. Dengan putusan ini, Google harus membayar denda senilai Rp202,5 miliar.
Untuk mengetahui selengkapnya berita-berita menarik tersebut, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.
1. 4 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Bertugas di Bais TNI
Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengatakan, empat pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Keempatnya berasal dari dua matra berbeda yakni TNI Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Laut (AL).
"Keempat pelaku bertugas di Denma BAIS TNI," ujar Yusri ketika memberikan keterangan pers di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur pada Rabu (18/3/2026).
2. MA Tolak Kasasi Google soal Play Billing System, Wajib Bayar Denda Rp202,5 M
Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan Google LLC dalam perkara penerapan Google Play Billing System pada layanan distribusi aplikasi digital melalui Google Play Store.
Oleh karena itu, sanksi Rp202,5 miliar yang dijatuhkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tetap berlaku. "Amar putusan kasasi tolak," bunyi amar singkat kasasi dikutip dari website MA, Rabu (18/3/2026).
3. Stasiun Gambir Dipadati Pemudik H-3 Lebaran, 17.687 Orang Berangkat
Penumpang tampak memadati Stasiun Gambir, Jakarta Pusat pada H-3 Hari Raya Idul Fitri, Rabu (18/3/2026). Pantauan IDN Times di lokasi, kebanyakan pemudik tiba di Stasiun Gambir dengan menaiki kendaraan roda empat.
Mereka duduk di lobi stasiun, menunggu pengumuman kedatangan kereta. Nantinya setelah ada informasi dari pihak stasiun, para penumpang baru diizinkan menuju ke arah peron.
4. Konflik Timteng, Lebih dari 28 Ribu Jemaah Umrah RI Berhasil Pulang
Di tengah eskalasi konflik yang tengah melanda kawasan Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah terus memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia
Berdasarkan hasil pemantauan intensif selama dua hari terakhir, yakni pada 15 hingga 16 Maret 2026, pemerintah melaporkan sebanyak 2.248 jemaah umrah telah berhasil difasilitasi proses kepulangannya. Pemulangan para jemaah ini dilakukan melalui dua titik keberangkatan, yaitu Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.
5. PMI Siapkan Bantuan Obat untuk Iran, Dikirim Lewat Negara Tetangga
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyatakan kesiapan Indonesia membantu korban sipil di Iran menyusul konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Bantuan yang disiapkan berupa obat-obatan yang akan disalurkan melalui negara-negara terdekat dengan Iran.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla (JK) usai menerima Duta Besar Iran di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026). Ia menegaskan, pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah soal kemanusiaan di tengah konflik yang berdampak besar pada warga sipil.


















