Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menhut: El Nino 2026 Kemungkinan Sama Kuat dengan El Nino 2015

Menhut: El Nino 2026 Kemungkinan Sama Kuat dengan El Nino 2015
Rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Menhut Raja Juli Antoni menyebut BMKG memperkirakan El Nino 2026 dapat sekuat kondisi 2015.
  • Pada 2015, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar serta mengganggu bandara, perdagangan, sekolah, dan layanan kesehatan.
  • Sepanjang 2026 tercatat 107 ribu hektare hutan terbakar, dengan enam provinsi menjadi prioritas penanganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah karhutla harus dicegah bersama masyarakat dan usaha?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kondisi El Nino tahun ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, kekuatan El Nino diperkirakan BMKG menyerupai kondisi pada 2015, ketika Indonesia mengalami karhutla dalam skala besar.

Hal itu disampaikan Menhut usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8/2026).

“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat. Sering disebut Elnino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG, kemungkinan El Nino (saat ini) sama kuatnya dengan El Nino 2015,” kata Menhut.

  1. 1. Menhut singgung dampak karhutla 2015

    Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Menhut mengingatkan dampak karhutla pada 2015 yang tidak hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar.

    Kondisi tersebut bahkan berdampak pada operasional bandara, aktivitas perdagangan, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga layanan kesehatan.

    “Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang ISPA,” ujarnya.

  2. 2. Menhut imbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mengantisipasi karhutla

    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Oleh karena itu, Menhut mengimbau agar semua pihak megantisipaai El Nino Godzilla agar tidak berdampak seperti tahun 2015. Ia juga mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

    Dia menegaskan, setiap pelanggaran akan ditindak melalui proses hukum. Tidak hanya itu, Menhut Raja Antoni menekankan bahwa kebakaran dapat bermula dari hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan.

    “Jangan membuka lahan dengan cara membakar, baik masyarakat maupun korporasi. Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Menhut.

  3. 3. Menko Polkam ungkap ada 107 hektare hutan yang terbakar

    Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (IDN Times/istimewa).
    Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (IDN Times/istimewa).

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengungkap sepanjang 2026 sudah ada 107 ribu hektare hutan yang terbakar. Meski begitu, fenomena El Nino yang mulai menghantam Indonesia dikhawatirkan bakal memperburuk situasi.

    "Sampai dengan hari ini, wilayah kita di Indonesia, area hutan yang terbakar terhitung 107 ribu hektare. Semoga tidak bertambah lebih luas karena kesungguhan kita mencegah itu semua," ungkap Djamari dalam kesempatan yang sama.

    Djamari menjelaskan, ada enam provinsi yang menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Keenam provinsi itu yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

    Djamari menyebut, mayoritas wilayah di enam provinsi itu merupakan lahan gambut sehingga mudah terbakar. Dengan adanya fenomena El Nino yang sedang menghantam Tanah Air maka dikhawatirkan area itu jadi mudah terbakar.

    "El Nino yang menghantam sampai dengan yang terkuat akan muncul. El Nino itu sendiri adalah satu keadaan yang menyebabkan suatu wilayah menjadi kering. Kemarau pun akan terasa lebih panjang," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More