Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Penertiban Pedagang di CFD hingga Cekcok, Kasatpol: Humanis Kok
Viral petugas Satpol PP tertibkan pedagang di CFD /(threads@sal_put)(
  • Satpol PP DKI Jakarta menegaskan penertiban pedagang es krim di area CFD dilakukan secara humanis meski video viral memperlihatkan ketegangan antara petugas dan warga.
  • Satriadi menjelaskan bahwa aturan CFD memang melarang aktivitas jualan di area Sudirman-Thamrin, dan petugas hanya memindahkan pedagang dari zona terlarang tanpa menyita dagangan.
  • Pihak Satpol PP akan melakukan evaluasi internal agar ke depan penertiban lebih bijak, profesional, serta tetap mengedepankan empati terhadap masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi, menegaskan proses penertiban terhadap pedagang es krim di area Car Free Day (CFD) dilakukan secara humanis. Pernyataan itu muncul setelah video penertiban yang viral di media sosial menuai sorotan publik.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah petugas Satpol PP mengelilingi seorang pedagang es krim. Rekaman itu memicu reaksi warga karena banyak yang menilai tindakan petugas terkesan berlebihan. Situasi juga sempat memanas ketika warga yang berada di lokasi mencoba membantu pedagang dan terlibat adu argumen dengan petugas.

"Humanis kok dan pedagang enggak keberatan, cuma ada ketegangan warga yang belum tahu infitnasi. Gak tahu apa warga Jakarta atau warga luar Jakarta yang gak pernah CFD," ucap Satriadi saat dihubungi IDN Times, Mingu (24/5/2026).

1. Satpol PP berusaha profesional dan humanis

Viral penertiban pedagang es krim di CFD/ (dok Instagram @jakarta.id)

Satriadi mengatakan, potongan video yang beredar dinilai tidak menampilkan kejadian secara utuh. Menurutnya, pengambilan sudut atau angle video membuat situasi seolah memperlihatkan lima petugas sedang mengeroyok satu pedagang es krim.

"Kita coba humanis dan profesional, kan Satpol PP lebih ke humanis. Saat di video anglenya ada warga yang ngebela, nah sebenarnya kita jelasin ke warga, semua pedagang rata-rata di situ udah paham pada saat CFD tidak boleh. Cuma mungkin warga yang baju merah itu gak tahu, itu sebenarnya udah lama aturan CFD," paparnya.

2. CFD tidak boleh untuk jualan

Festival Budaya Jakarta Dalam Warna Meriahkan CFD (Dok. Berita Jakarta Humas Pemprov DKI)

Satriadi mengatakan bahwa petugas Satpol PP yang menertibkan tidak mengangkut dagangan hanya memindahkan jalur agar tidak berdagang di zonasi yang dilarang untuk berjualan saat CFD.

"Yang pasti CFD dari dulu tidak pernah boleh ada pedagang kaki lima steril kebetulan dia agak nekat aja pedagang ini. Kan prinsipnnya kita gak larang mereka pedagang, tapi harus ke tempatnya, jangan trotoar dan ada hak pengguna jalan yang terganggu dan zona pada saat CFD di Sudirman Thamrin," paparnya.

3. Satpol PP akan lakukan evaluasi

Satpol PP DKI Jakarta tertibkan pedagang hewan kurban di trotoar. (Dok. Satpol PP)

Satriadi mengatakan pihaknya memahami bahwa kejadian tersebut menimbulkan perhatian publik dan menjadi masukan penting bagi dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih bijak, profesional, dan mengedepankan empati kepada masyarakat," ucapnya.

Editorial Team