Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1,2 Juta Umat Padati Misa Terbuka Paus Leo XIV di Madrid Spanyol
ilustrasi warga Spanyol (pexels.com/Gotta Be Worth It)
  • Sekitar 1,2 juta umat menghadiri Misa terbuka Paus Leo XIV di Lapangan Cibeles, Madrid, bertepatan dengan perayaan Corpus Domini yang dihiasi karpet bunga simbol warna bendera Takhta Suci.
  • Dalam khotbahnya, Paus menekankan pentingnya menjaga nilai religius sebagai identitas Spanyol serta memuji tradisi kesalehan dan keramahan masyarakat Madrid terhadap pendatang.
  • Kunjungan apostolik ini mencakup agenda inklusif seperti pertemuan dengan migran, tunawisma, dan anak muda sambil menyerukan penghormatan martabat manusia serta pesan keterbukaan bagi dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Lapangan Cibeles di Madrid, Spanyol, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (7/6/2026) saat sekitar 1,2 juta orang menghadiri Misa terbuka yang dipimpin Paus Leo XIV. Agenda tersebut menjadi salah satu kegiatan terbesar dalam kunjungan apostolik Paus selama sepekan di negara itu.

Menurut Al Jazeera, warga yang memadati lokasi tetap antusias di tengah suhu panas dan menyambut iring-iringan kendaraan putih kepausan dengan nyanyian, tepuk tangan, serta sorak-sorai.

Perayaan itu berlangsung bertepatan dengan Corpus Domini, hari raya umat Katolik yang lekat dengan tradisi prosesi keagamaan. National Public Radio (NPR) melaporkan panitia menyiapkan 16 karpet bunga rumit di sepanjang jalur sejauh setengah kilometer. Lebih dari 30 ribu bunga berwarna kuning dan putih digunakan untuk membentuk hiasan yang mencerminkan warna bendera Takhta Suci.

1. Paus Leo XIV menyampaikan makna tradisi keagamaan

Paus Leo XIV (Edgar Beltrán, The Pillar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selepas Misa, Paus Leo membawa monstran berlapis emas yang berisi Ekaristi dan melintasi hamparan karpet bunga yang telah disiapkan. Anak-anak serta umat yang hadir turut menebarkan kelopak bunga di sepanjang rute prosesi. Dalam khotbahnya, Paus menyampaikan apresiasi terhadap tradisi kesalehan masyarakat Spanyol yang telah diwariskan selama berabad-abad serta memandang karpet bunga sebagai pengakuan iman atas kehadiran Tuhan di tengah umat.

Paus juga menilai tantangan Spanyol saat ini dan pada masa mendatang adalah menjaga nilai religius yang membentuk identitas negara agar terus hidup dan menjadi sarana pembelajaran iman. Ia turut memuji Madrid sebagai kota yang ramah bagi para pendatang dan pengunjung.

2. Paus Leo XIV menjalankan agenda inklusif di Spanyol

Bendera Spanyol (pexels.com/Jo Kassis)

Dalam rangkaian kunjungannya, Paus Leo XIV juga menerima penghormatan dari pemerintah kota Madrid. Momen tersebut dimanfaatkan Paus untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya keterbukaan dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga Madrid terus menjadi kota yang menyambut dan inklusif, di mana kehidupan sosial diilhami oleh nilai-nilai kemanusiaan yang sejati,” tulis Paus Leo di buku tamu kota setelah menerima kunci kota dari wali kota Madrid.

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertama Paus ke negara Uni Eropa selain Italia. Selain Madrid, rangkaian agenda hingga 12 Juni 2026 juga mencakup Barcelona dan Kepulauan Canary untuk bertemu migran serta pengungsi.

Paus memanfaatkan kunjungan itu untuk menyerukan penghormatan terhadap martabat manusia dan meminta para pemimpin dunia menghentikan narasi yang memecah belah masyarakat. Ia sebelumnya bertemu kelompok tunawisma dan mengikuti doa malam bersama 600 ribu anak muda. NPR melaporkan bahwa Paus juga mendorong generasi muda agar terbuka terhadap panggilan pelayanan di dalam gereja.

“Izinkan saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan kepada kalian semua: Jangan pernah takut untuk memikirkan panggilan ke imamat atau kehidupan religius, atau pelayanan lain di dalam gereja!” ujar Paus.

3. Para Migran menyambut kehadiran Paus Leo XIV

ilustrasi warga Spanyol (pexels.comGotta Be Worth It)

Salah satu umat yang hadir, Andrea Margarita, migran asal Peru berusia 72 tahun, datang bersama putrinya setelah enam bulan menetap di Spanyol. Ia mengaku gembira karena Paus memberikan perhatian terhadap keselamatan para migran.

Paus juga dijadwalkan mengadakan pertemuan internal dengan sesama anggota tarekat Agustinian. Agenda hariannya kemudian ditutup dengan dialog bersama tokoh dari kalangan hiburan, olahraga, dan budaya di sebuah pusat konser yang berada di pusat Madrid.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article