Jakarta, IDN Times - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah tiga kapal kontainer dilaporkan menjadi sasaran tembak pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini terjadi di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang selama ini menjadi titik krusial perdagangan energi global.
Laporan dari sektor keamanan maritim dan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebutkan, serangan melibatkan tembakan senjata hingga roket peluncur granat. Salah satu kapal bahkan mengalami kerusakan pada bagian anjungan akibat serangan tersebut.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian insiden ini. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, dan tidak ditemukan kebakaran maupun kerusakan lingkungan akibat serangan tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, khususnya terkait dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, serta kehadiran militer di jalur strategis tersebut.
Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan pelayaran internasional, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dan komoditas global, seperti dikutip dari Times of Kuwait.
