Iran Umumkan Selat Hormuz Kembali Dibuka

- Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial selama masa gencatan senjata, diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
- Pembukaan ini dilakukan setelah penutupan beberapa minggu akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang sempat mengganggu jalur distribusi energi global.
- Situasi kawasan masih dinamis karena Amerika Serikat berencana melakukan blokade laut, sementara gencatan senjata dijadwalkan berakhir pada 22 April mendatang.
Jakarta, IDN Times - Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran komersial di tengah masa gencatan senjata yang masih berlangsung. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Keputusan Iran menjadi perkembangan penting di tengah ketegangan global yang belum sepenuhnya mereda. Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan, jalur strategis tersebut kini dapat dilalui kembali oleh kapal-kapal niaga selama periode gencatan senjata berlangsung.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulisnya di platform X, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini diambil setelah sebelumnya Iran menutup Selat Hormuz selama beberapa minggu sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya pada Februari lalu. Penutupan tersebut sempat mengganggu salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Di sisi lain, Amerika Serikat baru saja mengumumkan rencana untuk memulai blokade angkatan laut di kawasan tersebut pada awal pekan ini, menambah kompleksitas situasi keamanan di perairan Teluk.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Washington terkait keputusan Iran membuka kembali Selat Hormuz. Laman Al Jazeera melaporkan, situasi saat ini tetap dinamis, mengingat masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir pada 22 April mendatang.


















