Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arab Saudi Disebut Minta Bantuan Inggris buat Perangi Houthi

Arab Saudi Disebut Minta Bantuan Inggris buat Perangi Houthi
potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Arab Saudi dilaporkan meminta bantuan militer Inggris untuk mengusir Houthi dari Selat Bab el-Mandeb dan melindungi infrastruktur minyaknya.
  • Inggris telah mengirim penasihat militer, tetapi Perdana Menteri Andy Burnham belum memutuskan keterlibatan langsung melawan Houthi di jalur perdagangan strategis tersebut.
  • Houthi terus menyerang Arab Saudi dan berperang dengan Yaman, termasuk merebut Kota Mocha, pelabuhan penting bagi aktivitas ekspor-impor Yaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Arab Saudi disebut telah meminta bantuan ke Inggris untuk memerangi Houthi. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh Bloomberg pada Senin (14/9/2026) yang kemudian dikutip oleh Jerusalem Post pada Selasa (15/9/2026). 

Dalam laporannya, Bloomberg menyebut Arab Saudi telah meminta militer Inggris untuk membantu mereka mengusir keberadaan pasukan Houthi di Selat Bab el-Mandeb. Selain itu, Riyadh juga meminta London untuk membantu melindungi infrastruktur minyaknya dari ancaman serangan milisi tersebut. 

  1. 1. Inggris sudah mengirim penasihat militer ke Arab Saudi

    Andy Burnham sedang menghadiri pertemuan.
    potret Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham (flickr.com/Financial Times via commons.wikimedia.org/Financial Times)

    Menanggapi permintaan itu, Inggris dikabarkan sudah mengirim penasihat militernya ke Arab Saudi beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini, London belum memutuskan apakah mereka akan membantu Riyadh melawan Houthi atau tidak. Sebab, hal tersebut masih dipertimbangkan oleh Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham.

    Inggris sendiri sebetulnya sudah diminta sejumlah pihak untuk membantu Arab Saudi memerangi Houthi. Langkah ini diperlukan agar milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut tidak menguasai Selat Bab el-Mandeb. Sebab, selain Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb juga merupakan salah satu jalur perdagangan global strategis yang penting bagi Inggris.

  2. 2. Houthi masih melakukan serangan ke Arab Saudi

    ilustrasi ledakan yang sangat kuat hingga menimbulkan api.
    ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

    Hingga saat ini, Houthi masih melakukan serangan ke Arab Saudi. Serangan yang dilakukan milisi tersebut ke Riyadh sudah terjadi sejak Juli lalu. Serangan ini dipicu karena ada kapal tanker Arab Saudi yang kala itu "Ngotot" berlayar di Selat Bab el-Mandeb. Padahal, Houthi sudah melarang semua kapal dari Arab Saudi untuk berlayar di sana. 

    Serangan terakhir Houthi ke Arab Saudi terjadi pada Senin kemarin. Kala itu, Houthi meluncurkan serangan udara ke markas militer Arab Saudi. Serangan ini lantas langsung dibalas oleh Riyadh. Menurut keterangan Houthi, Riyadh melakukan sekitar 54 serangan balasan ke Yaman barat untuk menggempur Houthi yang bermarkas di wilayah tersebut. 

  3. 3. Houthi kini juga sedang berperang melawan Yaman

    Wilayah teriitorial Yaman.
    potret wilayah Yaman (pexels.com/Lara Jameson)

    Selain dengan Arab Saudi, Houthi saat ini juga sedang berperang melawan Yaman. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir, serangan milisi tersebut terhadap Sanaa semakin meningkat. Bahkan, pada pekan lalu, mereka berhasil merebut Kota Mocha dari tangan militer Yaman. 

    Mocha sendiri merupakan salah satu kota pelabuhan yang sangat krusial bagi Yaman. Sebab, kota tersebut punya banyak pelabuhan yang biasa digunakan Yaman untuk melakukan aktivitas perdagangan internasional seperti ekspor dan impor.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More