Jakarta, IDN Times – Prancis, Italia, Inggris, dan Jerman mendesak Israel untuk membatalkan proyek pembangunan permukiman besar-besaran di wilayah pendudukan Tepi Barat. Desakan tersebut disampaikan setelah Tel Aviv membuka tender pembangunan lebih dari 1.200 unit rumah di kawasan tersebut.
Keempat negara Eropa itu juga memperingatkan perusahaan yang berniat mengikuti tender agar tidak terlibat dalam proyek yang berisiko menarik mereka ke dalam pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prévot, menyebut tender tersebut tidak dapat diterima karena dinilai semakin mengancam keberlangsungan solusi dua negara, dikutip dari The Straits Times.
Rencana E1 untuk memperluas permukiman di Tepi Barat telah disetujui oleh Israel pada 2025. Perluasan itu dinilai akan semakin memisahkan Yerusalem Timur, wilayah yang diduduki dan dianeksasi oleh Tel Aviv dan sebagian besar dihuni oleh warga Palestina, dari Tepi Barat. Berdasarkan rencana tersebut, negara Zionis itu akan membangun sekitar 3.400 unit rumah di lahan tersebut.
