Sebelumnya, IDF juga sudah membasmi sejumlah kamp pengungsian di Tepi Barat. Beberapa di antaranya, seperti kamp di Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams. Semua kamp tersebut digunakan oleh ribuan warga Palestina yang terdampak serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 silam. Tindakan Israel ini membuat para pengungsi jadi kesulitan mendapatkan tempat tinggal.
Menhan Israel Minta IDF Perluas Serangan di Tepi Barat Palestina

- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz meminta IDF memperluas serangan di Tepi Barat, termasuk pembasmian lebih banyak kamp pengungsian Palestina.
- Dalam sepekan terakhir, serangan IDF di Desa Tal, selatan Nablus, menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel.
- Menteri Itamar Ben-Gvir dan pemukim Israel turut mendorong serta melakukan agresi, sementara warga Palestina dan pengungsi menghadapi ancaman kehilangan rumah.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, meminta Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk memperluas serangan di Tepi Barat, Palestina. Permintaan itu sudah disampaikan ke IDF pada Selasa (28/7/2026). Upaya ini akan termasuk pembasmian lebih banyak kamp pengungsian warga Palestina yang ada di sana.
1. IDF menyerang warga Tepi Barat pada pekan lalu

Dilansir The New Arab, perluasan serangan ini menandakan akan ada lebih banyak serangan, pembasmian tempat tinggal, dan penangkapan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Sebab, dalam sepekan terakhir, IDF sudah melakukan serangan brutal di wilayah tersebut.
Pada Jumat (24/7/2026) pekan lalu, misalnya, IDF melakukan serangan di Desa Tal, sebuah desa yang ada di Kota Nablus selatan, Tepi Barat. Serangan itu menewaskan 4 warga Palestina dan 2 warga Israel. Serangan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Israel untuk mengusir warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Sebab, Israel ingin memperluas wilayah permukiman di Tepi Barat untuk warganya.
2. Menteri Keamanan Nasional Israel akan terus menyerang Tepi Barat

Kematian warga Israel dalam bentrokan yang terjadi di Tepi Barat pada Jumat pekan lalu menuai kecaman dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Dalam pernyataannya, Ben-Gvir mengatakan bahwa kematian warga Israel di Tepi Barat harus dibayar dengan tanah yang ada di sana. Oleh karena itu, Ben-Gvir menegaskan akan terus melakukan agresi di Tepi Barat sampai semua tempat di sana berhasil dikuasai.
"Untuk setiap orang Yahudi yang dibunuh, musuh harus menanggung kehilangan tanah dan rumah," kata Ben-Gvir.
3. Pemukim Israel juga menyerang warga Palestina di Tepi Barat

Selain IDF, para pemukim Israel juga kerap melakukan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Pada pekan lalu, misalnya, pemukim Israel menyerang Kota Betlehem. Serangan ini akhirnya memicu bentrokan antara pemukim Israel dan warga Palestina yang ada di wilayah tersebut.
Peningkatan serangan IDF dan pemukim Israel ini membuat warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat jadi makin tertekan. Padahal, sebagian dari mereka adalah pengungsi yang justru membutuhkan keamanan dari bahaya serangan Israel. Namun, mereka malah menerima serangan. Bahkan, kamp pengungsian yang mereka tempati kini juga terancam dibasmi oleh IDF.





















