Jakarta, IDN Times - Hampir 600 mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomat Israel mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menekan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkait kekerasan pemukim Yahudi di Tepi Barat. Surat desakan tersebut dikirimkan ke Gedung Putih menjelang pertemuan kedua pemimpin di Washington pada Selasa (28/7/2026). Para pensiunan pejabat menilai aksi terorisme pemukim telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan.
Kelompok Commanders for Israel's Security (CIS) yang memprakarsai surat itu memperingatkan bahwa situasi di Tepi Barat dapat memicu krisis regional. Langkah ini diambil di tengah lonjakan kekerasan dan aksi pembakaran tempat ibadah warga Palestina oleh kelompok pemukim radikal dalam beberapa hari terakhir.
