Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Protes Kekerasan di Tepi Barat, 9 Pengunjuk Rasa di Israel Ditangkap

Protes Kekerasan di Tepi Barat, 9 Pengunjuk Rasa di Israel Ditangkap
ilustrasi penangkapan (pexels.com/)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Polisi Israel menangkap sembilan orang dalam unjuk rasa di Tel Aviv yang menentang serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki. Petugas menyebut aksi itu dilakukan tanpa izin dan mengganggu ketertiban umum.

Dilansir Anadolu, unjuk rasa yang diselenggarakan oleh partai berhaluan kiri, Hadash, beserta sekutunya ini digelar di Jalan Kaplan pada Sabtu (25/7/2026). Menurut kelompok aksi Mothers Against Violence, lebih dari 200 orang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut. Mereka menuding polisi menggunakan kekerasan terhadap para demonstran, termasuk sembilan orang yang ditangkap.

1. 4 warga Palestina dan 2 warga Israel tewas dalam serangan di kota Tal

Tentara Israel dan pendukung Marwan Barghouti
Tentara Israel dan pendukung Marwan Barghouti (KafrAdDeek, CC0, via Wikimedia Commons)

Protes di Tel Aviv terjadi sehari setelah pemukim Israel yang didukung militer menyerang kota Tal, dekat Nablus, hingga menewaskan empat warga Palestina. Dua warga Israel juga tewas tertembak dalam bentrokan tersebut.

Menanggapi insiden itu, pemerintah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan operasi militer besar-besaran di seluruh Tepi Barat. Di Tal, pasukan Israel menggerebek sekitar 70 rumah dan menangkap hampir 50 warga Palestina.

Palestinian Prisoner’s Society mengecam tindakan tersebut dengan menyebutnya sebagai hukuman kolektif. Kelompok itu melaporkan sedikitnya 80 warga Palestina ditahan di seluruh Tepi Barat sehari setelah insiden pada Jumat (24/7/2026).

2. Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina bersifat sistemik

pasukan Israel
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

Ubai Al Aboudi, seorang aktivis hak asasi manusia di Ramallah, mengatakan bahwa serangan pemukim Israel terhadap komunitas Palestina bersifat sistemik dan dilakukan tanpa adanya konsekuensi hukum. Ia menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut bukanlah insiden terisolasi, melainkan sesuatu yang terjadi di seluruh Tepi Barat.

Ia menambahkan bahwa pekan lalu, para pemukim juga membakar sebuah rumah di Tal saat para penghuninya berada di dalam.

"Orang-orang yang disebut sebagai pendaki oleh pejabat Israel memasuki desa, lalu membakar sebuah rumah yang masih dihuni satu keluarga. Merupakan suatu keajaiban warga Tal berhasil menyelamatkan keluarga tersebut sebelum mereka terbakar hidup-hidup," kata Al Aboudi kepada Al Jazeera.

3. 1.182 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak Oktober 2023

demonstrasi bela Palestina
demonstrasi bela Palestina (Matt Hrkac from Melbourne, Australia, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.182 warga Palestina tewas, 13 ribu lainnya terluka dan hampir 24 ribu orang ditangkap di Tepi Barat yang diduduki sejak perang Israel di Gaza pecah pada Oktober 2023. Kritikus menilai para pemukim ilegal semakin berani melakukan kekerasan akibat kurangnya tekanan internasional terhadap Israel serta retorika yang digaungkan oleh menteri sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.

Dilansir BBC, Israel telah membangun ratusan permukiman yang menampung 700 ribu orang Yahudi sejak menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967. Permukiman-permukiman tersebut dianggap ilegal menurut hukum internasional. Diperkirakan ada sekitar 3,3 juta warga Palestina yang tinggal berdampingan dengan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More