potret Presiden Kolombia yang baru, Abelardo de la Espriella (commons.wikimedia.org/Abelardo de la Espriella)
De la Espriella sendiri resmi terpilih menjadi Presiden Kolombia dalam pemilihan umum (pemilu) yang dihelat pada 21 Juni lalu. Kala itu, ia mengalahkan seorang politisi kawakan sekaligus anggota senat Kolombia, Ivan Cepeda, dengan selisih suara kurang dari 1 persen. Hasil ini membuat De la Espriella jadi kandidat presiden yang menang dengan selisih suara tertipis dalam sejara pemilu Kolombia.
Kemenangan De la Espriella dalam pemilu pada Juni lalu menuai kecaman banyak pihak, termasuk dari Petro. Sebab, De la Espriella merupakan seorang yang pro-Israel dan pro-AS. Ia mendukung normalisasi hubungan Kolombia dan Israel yang dibekukan oleh Petro. Selain itu, Petro juga menyebut kemenangan De la Espriella tidak sah karena diintervensi oleh Israel. Menurut Petro, Israel sengaja memanipulasi hasil voting agar De la Espriella bisa menang.
Tugas De la Espriella sebagai Presiden Kolombia yang baru sebetulnya tidak mudah. Sebab, ia harus menyelesaikan sejumlah masalah pelik yang ada di negaranya, seperti perdagangan narkoba, kartel narkoba, dan penambangan ilegal. Banyak pihak yang meragukan kemampuan De la Espriella untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab, De la Espriella sebelumnya sama sekali tidak punya pengalaman birokrasi dan pemerintahan. Ia hanya seorang pengacara dan pengusaha kaya yang kemudian terpilih menjadi orang nomor satu di Kolombia.