Jakarta, IDN Times - Otoritas transportasi Australia mengatakan pada 14 Agusutus 2026 bahwa mereka sedang menyelidiki apa yang salah setelah tiga insiden nyaris celaka dalam waktu kurang dari dua minggu di Bandara Sydney, termasuk dua insiden dalam satu hari.
Menurut penyelidik keselamatan transportasi negara itu, sebuah pesawat Virgin Australia telah diizinkan lepas landas oleh pengontrol lalu lintas udara pada 9 Agustus sekitar pukul 10.00 waktu setempat, ketika awak pesawat melihat pesawat Qantas melintasi landasan pacu di depan mereka. Awak pesawat menghentikan pesawat sekitar satu kilometer dari pesawat lain, yang juga telah diizinkan untuk melaju di landasan pacu. Kedua pesawat itu adalah Boeing 737.
Kepala komisioner Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), Angus Mitchell, mengatakan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan risiko tabrakan yang serius. Namun, ia menyatakan keprihatinan atas kegagalan badan pemerintah Airservices Australia dalam melaporkan insiden tersebut kepada ATSB. Disebutkan, insiden itu baru dilaporkan pada 13 Agustus.
"Seharusnya insiden itu tidak terjadi. Kami masih berusaha memahami secara pasti apa yang menyebabkan keterlambatan pelaporan pada kami," kata Mitchell, dilansir The Straits Times pada Senin (17/8/2026).
